alexametrics

Kembali Sekolah, Tidak Lagi Kesepian

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Proses belajar mengajar satuan pendidikan di Kota Magelang kembali berjalan Senin (11/7). Hari pertama masuk sekolah usai libur kenaikan kelas, siswa baru dan lama sangat antusias dan merasa lebih semangat ketika belajar langsung di sekolah.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Rara Dwi Lestari, siswi kelas 5 SD Negeri Potrobangsan 4 Kota Magelang. Rara mengaku jika belajar di rumah sering kesepian dan tidak ada temannya. “Seneng banget bisa belajar di sekolah ketemu sama temen-temen lagi,” ungkapnya dengan wajah penuh semangat.

Sama halnya dengan Rara. Anisa Permata Diani, siswi kelas 9 SMP Negeri 1 Kota Magelang mengatakan lebih semangat dan asyik untuk belajar di sekolah secara offline. “Suka bercanda dengan temen dan itu hal yang paling ditunggu ketika masuk ke sekolah,” katanya.

Baca juga:  Terapkan Sistem Sehari Sekolah Sehari Dirumah

Anisa mengaku selama belajar di rumah atau lewat online merasa kurang maksimal. Dan sering kurang paham dengan apa yang disampaikan guru. “Pokoknya lebih enak belajar tatap muka, daripada lewat online di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Magelang Budi Wahyono mengatakan, pembelajaran tahun ini di sekolah sudah sepenuhnya secara offline dan sudah masuk 100 persen.

Tahun ini sekolahnya menggunakan dua kurikulum yang berbeda. Siswa baru kelas 7 menggunakan Kurikulum Merdeka yang fokus pada profil siswa Pancasila, sedangkan untuk kelas 8 dan 9 menggunakan Kurikulum 13. “Prosesnya boleh berbeda, tetapi tujuannya sama. Mendidik siswa berakhlak dan berkarakter,” ujarnya.

Kepala SMP Negeri 3 Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho mengatakan, pada pembelajaran baru ini, pihaknya tidak melarang siswa untuk membawa gawai (handphone).

Baca juga:  Pastikan Sekolah dan Perguruan Tinggi Siap

Namun, dengan catatan gawai ini akan dikumpulkan saat jam pembelajaran dan hanya bisa digunakan saat jam istirahat. Ia membolehkan gawai, karena pembelajaran sekarang ini tidak lepas dari IT. “Kita tetap mengarahkan siswa-siswi untuk menggunakan gawai secara benar dan yang positif,” jelasnya.

Sementara di SD Negeri 7 Kota Magelang, hari pertama masuk sekolah diisi dengan pemotongan dan pembagian daging kurban. Daging dibagikan pada murid dan sejumlah warga di lingkungan sekolah. (rfk/mg6/mg2/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya