alexametrics

Polres Magelang Kota Tunggu Laporan Korban Pelecehan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Kelakuan seorang guru di Madrasah Aliyah Magelang melakukan chat mesum kepada muridnya bikin heboh. Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang meminta korban untuk melapor ke pihak kepolisian agar bisa diusut secara tuntas.

“Kita bisa mengusut dan menindak tegas kasus ini, namun manakala ada laporan dari korban. Kita tidak menutup kemungkinan pasti ada korban yang sebelumnya pernah mengalami hal serupa namun takut berbicara. Kalau dari kita tetap menyarankan supaya korban itu melapor supaya ada efek jera kepada para pelaku pelecehan seperti itu,” ujar Yolanda.

Yolanda mengakui keberanian korban pelecehan seksual, khususnya perempuan, untuk berbicara atau melapor sangat berat. Melapor itu merupakan keberanian dari korban, karena tidak semua korban berani berproses dan masuk ke ranah hukum. “Dan ini tetap kita hargai,” ujarnya.

Baca juga:  Jumlah Penumpang Menurun, Agen Bus Terancam Gulung Tikar

Namun, jika korban berani melapor, kepolisian akan benar-benar menjaga privasi dan mentalitas para korban. Ia mengatakan jika korban berani melapor, pastinya mereka (korban) juga akan membawa beban normal. “Dalam jangka yang panjang akan menjadi beban moral seumur hidupnya. Jadi kita harapkan media juga tidak mem-publish atau mengekspos korban, supaya teredukasi kalau media bisa meng-keep korban dan korban itu akan berani untuk melapor,” ucapnya.

Yolanda mengatakan korban pelecehan seksual itu memiliki beban moral yang sangat berat, dan banyak yang tidak berani untuk melapor. Selain karena korban yang tidak berani, terkadang orang tua korban juga tidak berani. “Terkadang ada, jika korbannya itu anak-anak dan mereka mau melapor untuk meminta keadilan. Namun, orang tuanya yang tidak sanggup dan malu,” imbuhnya.

Baca juga:  Isoter Hotel Borobudur Magelang Dihuni 30 Pasien

Biasanya konsekuensi dari beban moral korban pelecehan seksual itu sangat banyak. Seperti jika korbannya perempuan, ada yang bilang tidak akan laku lagi, dan menjadi omongan orang lain. “Ini lah peran kita kepolisian dan media untuk menjaga identitas korban agar tidak terekspose. Sehingga korban dan orang tuanya berani untuk berbicara. Sorot lah para tersangka, jangan korbannya,” tegas Kapolres.

Yolanda berpesan kepada korban untuk berani melapor. Mereka harus berani, karena dengan ketidakberaniannya korban malah akan menimbulkan korban-korban yang lain. Dan yang membuat mereka berani adalah adanya jaminan. Jaminan tidak dipublikasikan dan dijaga identitasnya.

“Dan untuk masyarakat jangan kepo, jangan sedikit-sedikit ingin tahu dan terus mengejar. Kita juga harus mengedepankan sisi kemanusiaan dan memahami kondisi korban. Masyarakat juga harus ikut serta membangun suasana yang save untuk siapa saja,” imbuhnya. (rfk/ton)

Baca juga:  Mengganggu Kenyamanan, Polisi Bakal Tindak Tegas Warga yang Nyalakan Petasan 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya