alexametrics

Tertib Arsip Bebas Konflik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Sebanyak lima kelurahan dinobatkan sebagai kelurahan tertib administrasi kearsipan kelurahan se-Kota Magelang tahun 2022. Kelimanya adalah Kelurahan Jurangombo Utara (juara I), Tidar Utara (juara II) dan Gelangan (juara III). Kemudian Kelurahan Potrobangsan memenangkan kategori Inovatif, Kelurahan Magelang kategori Kreatif.

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menyebutkan, penghargaan ini untuk mengapresiasi kinerja kelurahan dalam menyelamatkan arsip. Menurutnya, arsip merupakan sumber informasi yang sangat vital kedudukannya dalam sebuah instansi atau organisasi. Pada dasarnya, arsip bukanlah barang mati, melainkan punya peran yang hidup berkesinambungan dan lestari dalam laju perkembangan sebuah instansi atau organisasi.

“Maka kesadaran kearsipan perlu digalakkan tidak hanya dalam lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga di lingkungan sekolah dan organisasi swasta,” paparnya dalam apel pagi, di halaman belakang kantor Wali Kota Magelang, Kamis (30/6).

Baca juga:  Fokus Tingkatkan Pelayanan

Menurutnya, arsip merupakan aset yang memiliki kekuatan hukum tetap yang dimiliki oleh setiap instansi/organisasi. Diperlukan manajemen dokumen yang efektif, agar dapat memberikan keuntungan berupa kemudahan akses dan keamanan data/informasi yang akurat. “Tertib arsip, bebas konflik,” tandasnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang Arif Barata Sakti menambahkan, mulai tahun 2021, kualitas pengelolaan kearsipan menjadi salah satu indikator penilaian dari indikator penilaian reformasi birokrasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). “Tahun lalu, Kota Magelang memperoleh nilai 64,74, berkategori baik,” akunya.

Arif mengelola arsip dinamis dan statis. Arsip dinamis dibagi menjadi arsip dinamis aktif dan inaktif. Jenis arsip aktif berupa arsip-arsip yang tercipta pada tahun ini. Arsip-arsip ini mempunyai masa simpan atau retensi arsip. “Sedangkan retensi arsip ada tiga jenis, yaitu permanen, dinilai kembali dan musnah,” jelasnya.

Baca juga:  Malam Satu Sura, Gunung Tidar Tutup

Arsip yang habis masa retensinya akan dimusnahkan. Sedangkan arsipberetensi permanen, tidak boleh dimusnahkan. “Arsip-arsip tersebut bermanfaat untuk mendukung kebutuhan di masa yang akan datang,” ucapnya. (put/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya