alexametrics

Guru MA di Magelang Chat Mesum Siswi

Pelaku Mengaku, Langsung Dipecat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Seorang oknum guru Madrasah Aliyah (MA) di Kota Magelang diduga melakukan pelecehan seksual kepada siswinya dengan mengirimkan chat mesum. Hal ini terungkap dari sebuah video yang berisi sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp antara guru dan siswi tersebut dan viral di media sosial.

Salah satu akun Twitter @txtdarimagelang mengunggah video tersebut pada 30 Juni 2022 lalu, hingga mendapat respons dari ribuan warganet. Di salah satu tangkapan layar percakapan terungkap, guru yang mengajar matematika itu meminta agar sang siswi mengirimkan foto selfie mengenakan tanktop. Namun hal ini ditolak oleh siswinya.

Tidak berhenti di situ, melalui tangkapan chat WhatsApp tersebut, guru itu juga melontarkan balasan dengan mengirimkan kata-kata mesum kepada siswa perempuannya.

Radar Semarang sudah melakukan konfirmasi secara langsung ke Handono, Kepala Madrasah Aliyah tersebut, Jumat (1/7). Handono membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Pihak sekolah mengetahui info adanya pelecehan seksual ini melalui media. Ia menjelaskan, pihak sekolah tidak mendapatkan laporan apapun dari siswi tersebut.

Baca juga:  Dukung Mudik, Polres Magelang Kota Genjot Booster

“Kita mengetahui setelah ramai di TikTok dan Twitter,” jelasnya kepada para wartawan.

Usai mengetahui hal ini, pihak sekolah langsung melakukan tindakan dengan memanggil guru tersebut dan siswi beserta keluarganya.
Handono mengatakan, guru matematika yang dipanggil Riyan ini merupakan guru tidak tetap (GTT). Riyan juga sudah mengakui perbuatannya.

“Guru itu sudah mengakui yang dari chat itu. Iya (mengakui). Catatannya di sini (sambil menunjuk surat berita acara klarifikasi) semua ada. Informasinya, guru itu sudah mengajar sejak 2016,” jelas Handono.

Atas adanya kejadian yang sempat viral ini, ia mengaku sudah melakukan tindakan lebih lanjut untuk menangani kasus ini. Di antaranya, memberhentikan pelaku dari sekolah, serta memberikan klarifikasi kepada orangtua dan korban.

Baca juga:  Mudahkan Pembelajaran Daring dengan E-Learning

“Kita sudah melakukan klarifikasi baik ke korban dan orang tuanya, selain itu kita langsung memberhentikan pelaku tersebut. Pelaku kita berhentikan langsung kemarin (30/6) usai mengetahui informasi tersebut,” ujarnya.

Ia menyesalkan kejadian ini bisa terjadi di lingkungan sekolahnya. Ia akan menindak tegas setiap warga madrasah jika ada hal yang menyimpang seperti ini.

Handono juga mengatakan, pihak sekolah akan melakukan pendampingan ke korban. Ia menjelaskan, dari keterangan pelaku diketahui korban hanya satu orang. Namun dari pengakuan salah satu korban diduga aksi cabul sudah dilakukan sejak 2017.
“Ternyata udah dari tahun 2017. Berarti bukan hal baru bagi dia untuk melakukan pelecehan dajal kayak gitu. Dan TKP ini di rumah korban lho, berani banget,” tulis dalam Twitter.

Saat disinggung akankah kasus ini dibawa ke jalur hukum, Handono mengaku tidak ada wewenang ke arah sana. “Kan, gurunya sudah tidak di sini lagi. Kalau hukum kan bukan wewenang kita ya. Pokoknya, sudah kami sampaikan. Sudah kita selesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.

Baca juga:  Tunggu Calon dari Parpol

Terpisah, Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Magelang Aiptu Isti Wulandari mengaku, belum mendapatkan laporan kasus tersebut. Baik dari pihak keluarga maupun korban.

“Sampai saat ini kami belum mendapat laporan soal kasus pencabulan ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (1/7).

Meski demikian, pihaknya sudah mengetahui informasi ihwal pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru kepada murid tersebut. Sebab, capture chat mesum pelaku sudah telanjur viral di media sosial. Ia juga sempat dihubungi oleh beberapa wartawan yang menanyakan kasus yang sama.

“Karena kejadiannya di kota, mungkin ditangani oleh Polres Magelang Kota. Itu pun kalau korban melapor,” ujarnya. (rfk/ami/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya