alexametrics

Ganti Baju Sebelum Sentuh Hewan Ternak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Magelang meminta peternak tetap waspada terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK), meski telah ada vaksinasi PMK. Penularan PMK masih sangat memungkinkan, mengingat belum semua hewan ternak tervaksin. Hal itu dipengaruhi jumlah vaksin yang terbatas.

Kepala UPT Puskeswan Kota Magelang drh Heru Tri Susila menyebut penularan virus PMK ini melalui udara. Para peternak harus hati-hati ketika kontak dengan hewan ternak, apalagi setelah bepergian. “Peternak masih sering ke  pasar, dan ke mana-mana. Maka bisa jadi carrier atau pembawa virus yang nempel di baju,” ucapnya, Kamis (30/6).

Penyebaran virus dengan cara seperti ini sangat dimungkinkan. Kata dia, pedagang harus bersih-bersih badan terlebih dahulu, sebelum kembali ke kandang untuk merawat hewan-hewan ternak. “Ganti baju dulu, baru menangani ternak,” imbuhnya.

Baca juga:  Menelusuri jejak Orang Indo di Magelang

Menurut Heru, hewan ternak yang akan disembelih saat Idul Adha nanti harus memenuhi syarat, yakni sehat dan sesuai umur. Di tengah serangan PMK, idealnya mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). “Yang menerbitkan SKKH ini Disperpa Kota Magelang,” tandasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Magelang Joko Budiyono memastikan Kota Magelang siap menghadapi Idul Adha di tengah meluasnya PMK. Sapi-sapi yang terjangkit PMK sudah ditangani, dan sembuh. Kemudian melakukan vaksinasi PMK.  Disperpa juga sudah membentuk Satgas PMK yang akan mengecek seluruh depo-depo hewan kurban. “Lalu lintas ternak yang masuk Kota Magelang akan dicek semua, harus ada SKKH. Kita pemantauan terus,” pungkasnya. (put/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya