alexametrics

108 Keluarga Terdampak Proyek Jembatan Ngembik Magelang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pemerintah pusat akan membangun jembatan gantung yang menghubungkan Ngembik, Kota Magelang dengan Bandongan, Kabupaten Magelang.

Kabar tersebut berhembus sejak rencana pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Regional di Bandongan makin menguat. Warga mengaku sudah diajak berembuk ihwal proyek itu.

Diketahui, pembangunan TPST Regional tersebut akan dipakai untuk penanganan sampah Kabupaten Magelang dan Kota Magelang dengan sistem pabrikasi. Maryudi, warga Ngembik, 74, salah satu yang terdampak. Rumah yang sudah dihuninya selama 30 tahun itu akan dibongkar untuk fondasi jembatan. Ia tidak keberatan. “Cuma belum tahu nanti rumah ini digeser ke mana,” ucapnya, Selasa, (7/6).

Rumah berdinding anyaman bambu itu memang bukan miliknya. Ia hanya mengontrak. Meski begitu, ia tetap mendapat sosialisasi dari Pemkot Magelang pada tahun lalu. “Kalau tidak salah, sudah banyak warga yang menerima ganti (uang pembebasan lahan, Red),” ungkapnya.

Baca juga:  Lintasan Stadion dr Moch Soebroto Dibuka Umum

Menurutnya, memang sudah seharusnya jembatan itu diganti. Yang lebih aman dan lebih nyaman. “Yang lewat sini, hanya yang berani saja. Yang takut, akan balik arah,” akunya.

Jembatan ini memang menjadi alternatif warga yang akan ke arah Bandongan maupun ke Kota Magelang. Dengan melintasi jembatan sepanjang 100 meter ini, pengendara hanya butuh dua menit untuk menyeberangi Sungai Progo. Namun cukup mengerikan. Ketika dilewati kendaraan, jembatan ini akan bergoyang meski ada penguat sling baja.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang MS Kurniawan membenarkan, jembatan itu akan segera dibangun oleh Kementerian PUPR. Namun Wawan belum bisa memberikan kepastian dimulainya proyek itu.

Baca juga:  Belajar Jurnalistik sekaligus Menabung Sejak Dini

Untuk Kota Magelang, dimulai dengan pembangunan akses Jalan Perintis Kemerdekaan (Kupatan) sampai Jalan Rambutan. “Jalan tersebut akan dilebarkan dari 6 meter menjadi 8 meter,” jelasnya.

Tahun lalu, sosialisasi dan pembebasan lahan di sekitar jembatan sudah dilakukan oleh Disperkim Kota Magelang. Tahun ini, kewenangan itu berpindah ke DPUPR.

Anggaran yang harus disiapkan Pemkot untuk pembebasan lahan sekitar Rp 15 miliar. Selain bidang tanah, beberapa rumah, dan tempat usaha milik warga sekitar turut terdampak. “Kira-kira ada 108 keluarga yang terdampak,” ucapnya.

Penggantian diyakini sebagai ganti untung. Karena Pemkot tetap mempertimbangkan sosial fungsi dari bangunan. Masih kata Wawan, Pemkot Magelang juga sudah menerima surat delegasi dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang ditujukan kepada Wali Kota Magelang, terkait penetapan lokasi (penlok).

Baca juga:  Polres Magelang Kota Tunggu Laporan Korban Pelecehan

Wawan optimistis, pelebaran jalan dan pembangunan jembatan akan menambah ramai kawasan ini. “Mungkin jadi ada angkutan di situ. Nilai lahan di sekitar sana juga akan lebih baik, berbagai macam usaha akan bermunculan, dan perekonomian warga jadi tinggi,” pungkasnya. (put/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya