alexametrics

Konsumsi Air Berkualitas Buruk Berisiko Stunting

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Minat masyarakat mengecek kualitas air bersih skala rumah tangga di Kota Magelang terbilang masih rendah. Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Magelang mencatat sejak awal 2022 sampai 18 Mei, hanya memeriksa 1.045 sampel air.

Kepala Labkesda Kota Magelang Sakinah mengakui rata-rata hanya kedatangan satu orang yang ingin mengecek kualitas air. Tiap orang membawa lebih dari satu sampel air. “Biasanya hanya orang-orang yang membutuhkan sebagai syarat produksi,” ujarnya pekan lalu.

Sedangkan masyarakat umum hanya mengecek kualitas air saat ada keluhan. Seperti timbul bau, berwarna keruh, berubah rasa, dan sebagainya. “Atau kalau sedang membangun sumur baru, biasanya untuk mengecek apakah sumur yang dibangun itu dekat dengan septic tank atau tidak,” ungkapnya.

Baca juga:  Tujuh Kios di Dusun Krincing Ludes Terbakar

Idealnya, pengecekan kualitas air minum dilakukan setiap bulan. Cek fisik, meliputi bau, rasa, warna, kekeruhan, suhu, dan cek mikrobiologisnya. Apabila meminum air berkualitas buruk yang tercemar bakteri, kata Sakinah, dapat berdampak pada gangguan kesehatan. Bakteri Escherichia coli menyebabkan infeksi saluran pencernaan, seperti sakit perut, juga diare. Bahkan bila dikonsumsi secara terus menerus, bisa menimbulkan efek lain.

“Kalau dikonsumsi anak-anak, sementara kualitas airnya tidak layak dan kurangnya sanitasi air, maka bisa menimbulkan risiko stunting atau perawakan pendek,” terangnya. (mg1/put/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya