alexametrics

Cari Jalan Alternatif, Truk Muatan Susu Kemasan Terguling

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Sebuah truk bermuatan susu terguling di tanjakkan Jalan Sunan Geseng, Pagergunung, Ngablak, Magelang Senin pagi (23/5/2022). Kecelakaan terjadi karena truk tak kuat nanjak. Selain itu, sang sopir baru pertama kali melalui medan tersebut yang hanya mengandalkan aplikasi Google Maps.

Salah satu saksi mata Yudi, 40, menerangkan, kejadian nahas tersebut berawal saat truk melaju dari Bandung menuju Wonogiri. Truk dengan nopol D 9082 AD tersebut bermuatan susu kemasan.

Alih-alih mencari jalan alternatif menggunakan Google Maps, jalan yang dilewati justru terjal. Banyak berupa tanjakan dan jalan berkelok. “Karena sopir belum pernah lewat sini. Kalau yang biasa lewat pasti lancar,” katanya Kepada Jawa Pos Radar Semarang saat di lokasi kejadian.

Baca juga:  Polisi Buru Dua Pelaku Pemicu Bentrokan Bogeman-Nambangan

Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Beruntung sang sopir dan kernet selamat dan aman dari luka. Saat wartawan Jawa Pos Radar Semarang datang, keduanya sudah dievakuasi di salah satu rumah warga Pagergunung Joko.

Yudi menambahkan, berdasarkan keterangan korban tanjakan sebelumnya dilalui dengan lancar. Bahkan tanjakkan saat di Wonosobo tidak ada masalah. Namun ketika melewati tanjakkan Pagergunung yang relatif pendek namun berkelok ke kiri tidak bisa. “Sebenarnya kuat. Cuman karena gak tau medan jadi sampai atas itu sudah kehabisan nafas,” paparnya.

Dilihat dari muatannya, kata dia, tidak melebihi tonase. Hanya sekitar 12 ton. Ketika hampir sampai atas, tenaga truk mendadak melemah. Lantas mundur menabrak pembatas jalan dan terguling ke jurang dekat sungai.

Baca juga:  Imlek, Tak Ada Pesta Kembang Api

Sementara itu Babinkamtibmas Kecamatan Ngablak Bripka Yulius mengatakan, akan dilakukan evakuasi pukul 17.00. Pihaknya sudah menghubungi mobil derek untuk proses evakuasi. Evakuasi juga akan melibatkan sejumlah relawan dan masyarakat sekitar. “Estimasinya sampai pukul 20.00. Kita memilih waktu itu karena mobilitas masyarakat di jalan tersebut sepi,” pungkasnya. (mia/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya