alexametrics

Bolos Kerja Pascalebaran, 27 ASN Dipanggil Maju

Ke Tengah Lapangan Upacara Harkitnas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz memanggil 27 nama pegawai Pemkot Magelang yang bolos pascalibur Lebaran. Mereka diminta maju ke depan lapangan saat berlangsung upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-114. Lalu diberi arahan.

Wali kota menunaikan keinginan yang sudah diutarakan pada koran ini, 6 Mei lalu. Seperti diberitakan sebelumnya, Dokter Aziz ingin memanggil aparatur sipil negara (ASN) yang indisipliner, agar malu atas perbuatannya. “Nggak apa-apa, kita suruh maju ke depan saat apel, biar malu,” ucapnya, Jumat (6/5) lalu.

Menurutnya, jabatan atau pekerjaan adalah amanah yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya bagi abdi negara dan masyarakat. “Melanggar aturan itu sesuatu yang memalukan,” sentilnya ketika dihubungi koran ini, usai memimpin apel Harkitnas ke-114, di halaman belakang Pemkot Magelang, Jumat (20/5).

Baca juga:  270 Personel Amankan Malam Takbiran dan Pesta Kembang Api di Magelang

Ia berharap, sikap tidak terpuji itu tidak lagi terulang, atau ditiru pegawai lain. “Dengan kesadaran, harus dihindari,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut ia mengajak ASN dan masyarakat untuk menggelorakan semangat nasionalisme, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Sekretaris Daerah Kota Magelang Joko Budiyono menambahkan, sanksi ASN yang melanggar aturan akan dihitung pengurangan tunjangan kinerja sesuai ketentuan. “Intinya yang melanggar supaya tidak melanggar lagi. Bagi ASN lain dijadikan pelajaran agar tidak mencontoh. Harapannya, ASN di Kota Magelang bisa benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik,” tegas Joko.

Inspektur Daerah Kota Magelang Deddy ES menjelaskan pendataan ASN bolos kerja pada hari pertama 9 Mei, dilakukan bersama dengan Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). ASN yang mangkir kerja atau terlambat akan diberi sanksi sesuai PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Sanksinya mulai ringan, sedang, berat. Sanksi kategori ringan adalah teguran lisan dan tertulis. Sanksi sedang berupa penundaan gaji berkala, sampai sanksi berat seperti pemberhentian tidak terhormat. (put/lis)

Baca juga:  Pokmas Kawal Rodanya Mas Bagya

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya