alexametrics

Lahan Kumuh di Magelang Capai 22,06 Hektare

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) dimintai perannya menyukseskan pengentasan kemiskinan,  pemenuhan akses layak air minum, dan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Magelang Bowo Adrianto menyebut tingkat kekumuhan Kota Magelang tahun 2021 mencapai 39,91 persen. Awal tahun 2022 berkurang menjadi 22,06 hektare.

“Tingkat kekumuhan di wilayah ini masuk kategori ringan,” ujarnya pada kegiatan Ngopi Bareng dengan Pak Wali dan LKM se-Kota Magelang di Pendopo Pengabdian Kota Magelang, Rabu (18/5).

Meski kategori ringan, kata Bowo, bisa berubah ke sedang sampai berat. Karena itu, kolaborasi dengan LKM, khususnya pada program Kotaku akan memberikan pengaruh besar. “LKM sangat membantu dalam menghitung dari tingkat kekumuhan atau persentase kekumuhan di Kota Magelang,” ucapnya.

Baca juga:  Bersinergi Tekan Kematian Bayi dan Gizi Buruk

Bowo melanjutkan, LKM dahulu merupakan bagian dari program nasional penanggulangan kemiskinan (PNPM) terutama yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Setelah program tersebut usai, LKM kemudian dilibatkan dalam berbagai kegiatan pembangunan, mulai fisik, ekonomi dan sosial.

“LKM ini konsentrasinya penanggulangan kemiskinan pada saat itu. Kegiatannya tidak hanya berupa fisik tapi juga ada yang ekonomi dan sosial. Dan sudah berjalan dengan baik, pada saat itu LKM ada 17 dan beberapa berbadan hukum,” papar Bowo.

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menaruh harapan besar pada LKM, agar berinovasi dalam membantu Pemkot Magelang untuk memperbaiki lingkungan masing-masing. Selain itu bisa berkreasi untuk menyukseskan sembilan program unggulan Pemkot Magelang. (put/lis)

Baca juga:  Rancang Pasar Seni di Pasar Rejowinangun

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya