alexametrics

Polisi Buru Dua Pelaku Pemicu Bentrokan Bogeman-Nambangan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Tim Satreskrim Polres Magelang Kota berhasil mengamankan pelaku penyerangan yang menjadi pemicu tawuran antara warga Bogeman dengan warga Kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Sabtu (7/5) malam. Pelaku penyerangan berinisial FR, 22 tahun, warga Nambangan, Rejowinangun Utara.

FR, pelaku penyerangan yang langsung dihadirkan dalam konferensi pers di Aula Polres Magelang Kota, Selasa (17/5) siang, mengakui kalau dirinya melakukan penyerangan menggunakan celurit.

Ia menjelaskan alasan penyerangan ini dikarenakan ada ejekan yang dilontarkan kepada dirinya dan teman-temannya saat nongkrong di dekat Puskesmas Nambangan.

“Saat saya lagi nongkrong, ada orang yang berteriak kepada saya dan temen-temen dengan ungkapan celeng. Seketika kita emosi dan saya langsung mengambil celurit, ternyata orang tadi lewat lagi dan menantang kita. Saya sama teman-teman lainnya langsung mengejar mereka,” jelas tersangka kepada wartawan.

Baca juga:  Ratusan Warga Hadiri Pemakaman Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah di TPU Islam Malaka

FR mengatakan korban yang melontarkan ejekan ini, menurutnya adalah orang yang pernah ditemui saat perang sarung di bulan puasa kemarin. Ia mengaku kemungkinan mereka masih punya dendam dengan pihaknya. “Mungkin mereka masih belum terima saat perang sarung dulu,” ujarnya

Saat ditanya Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang, FR mengatakan dua orang yang masih menjadi DPO merupakan kenalannya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui lokasi saat ini mereka berdua.

Kapolres Yolanda mengatakan dua DPO yang masih dicari berinisial BG, 17 tahun, warga Nambangan, dan GL, 16 tahun, warga Nambangan. Meskipun pihak kepolisian sudah berhasil mendamaikan dan mengumpulkan senjata yang digunakan untuk tawuran. Namun, sumber dari tawuran ini, pihaknya masih akan terus mencari.

Baca juga:  Merugi, Tapi Tetap Dukung Percepatan Penanganan Covid-19

Dari hasil perdamaian tawuran kemarin, pihaknya sudah mengambil tindakan akan melakukan restorative justice. Manakala, pelaku penyerangan sudah ditemukan dan bisa dipertemukan dengan korban untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

“Namun, disini kita bisa mendamaikan manakala pelakunya sudah ditemukan. Dan disini kita masih memiliki dua DPO, jadi kita akan mengamankan dua DPO ini terlebih dahulu,” imbuhnya.

Ia berharap bantuan kepada seluruh warga, terutama warga Nambangan. Jika mengetahui lokasi dua DPO ini untuk segera melaporkan ke kepolisian. Sehingga proses perdamaian bisa berjalan dan proses restorative justice bisa segera dilakukan. “Jika dua DPO ini bisa segera didapatkan proses perdamaian ini bisa kita clear kan,” ucapnya.

Baca juga:  PPKM, Gunung Tidar Tetap Buka

DN, 26 tahun, yang merupakan korban penyerangan mengaku tidak mengenal pelaku. Berdasarkan keterangan yang didapat Sat Reskrim, korban ini bersama temannya hanya ingin beli rokok dan makanan saja di warung.

Akibat penyerangan itu, korban DN mengalami luka pada jari telunjuk dan jari tengah dan telah dioperasi, serta paha kanan mengalami luka dan dijahit sebanyak 10 jahitan. (rfk/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya