alexametrics

Hari Ini Puncak Arus Balik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang mengawasi lalu lintas dari ruang area traffic control system (ATCS). Terpantau kondisi arus balik belum mengalami kenaikan yang signifikan.

“Kami memprediksi puncak arus balik terjadi pada Sabtu dan Minggu,” ucap Kepala Dishub Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi Jumat, (6/5).

Setiap harinya, ia menganalisis fluktuasi jumlah kendaraan yang melintasi Kota Magelang pada arus balik. Khususnya di delapan persimpangan. Meliputi simpang Artos, Canguk, Kebonpolo, Gotong Royong, Bayeman, Alun-alun, Kodim 0705/Magelang, Rejowinangun. “Kami membaca kendaraan yang melintas pada setiap traffic light,” ucapnya.

Pada 5 Mei tercatat terjadi peningkatan 35.273 kendaraan atau 19,53 persen dari kondisi 4 Mei, 180.638 kendaraan per hari. Pada Kamis itu, terpantau 215.911 kendaraan melintas. “Angka ini diperbarui setiap 24 jam,” ucapnya.

Baca juga:  Penghobi Ikan Hias Tampil di Artos Aquatic Week

Meski terjadi peningkatan, Dishub menduga bukan murni arus balik. Pasalnya kepadatan lalu lintas hanya terjadi pada pagi dan sore. Kemungkinan pengendara menuju ke tempat wisata, silaturahmi, dan beberapa pemudik yang memilih pulang ke kotanya lebih awal. Sedangkan ciri khas dari arus balik, biasanya kendaraan padat merayap sejak pagi hingga malam.

Diketahui puncak arus mudik di Kota Magelang terjadi pada 30 April lalu. Dengan jumlah kendaraan yang melintas mencapai 256.053 kendaraan. Atau meningkat signifikan sebesar 50,70 persen atau sebanyak 86.148 kendaraan per hari. Pada hari normal, sekitar 169.906 per hari.

Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Raya Pingit-Pringsurat pada Jumat (6/5) begitu ramai. Mayoritas berisi kendaraan pribadi dan mobil angkutan barang. Meski begitu, lalu lintas berjalan lancar dan normal serta tidak terjadi kemacetan.

Baca juga:  Pintu Darurat Tak Bisa Dibuka

Hal berbeda justru terjadi di beberapa ruas jalan protokol dalam kota. Kepadatan terjadi di beberapa titik seperti Pasar Kranggan, Pasar Kliwon, jalan tembus Banyuurip, Jalan Gatot Subroto dan perempatan Parakan. Arus lalu lintas di dominasi kendaraan lokal ini membuat kendaraan harus berjalan pelan dan merayap. Petugas dari Satlantas Polres Temanggung pun harus mengalihkan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di dalam kota.

Kapolres Temanggung AKBP Burhanuddin dalam keterangan tertulisnya mengatakan, arus balik tetap didominasi kendaraan pribadi, baik sepeda motor dan mobil. Sedangkan transportasi umum seperti bus tetap menjadi salah satu pilihan warga.

Melalui Temanggung, katanya, menjadi pilihan warga karena merupakan jalur tengah menuju Jabodetabek yang dipandang arus lalu lintas tidak begitu padat.

Baca juga:  Pelototi 15 Titik Jalur melalui 35 CCTV

“Dari Temanggung pelintas dapat menuju ke Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Purwokerto dan ke arah Jawa Barat. Dari Temanggung pelintas bisa juga ke arah Weleri, Batang, Pekalongan atau menuju ke tol menuju ke Jakarta,” terangnya. (put/nan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya