alexametrics

Bakal Ada Pesta Kembang Api di Malam Takbiran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz memastikan malam takbiran di Masjid Agung Kauman, Alun-alun Barat Kota Magelang akan meriah. Direncanakan ada pesta kembang api selama 15 menit. Arak-arakan takbir keliling tetap dilarang.
Aziz ingin membuat kenangan baru, bahwa pesta kembang api tidak hanya identik saat malam pergantian tahun baru. Tapi juga saat malam takbiran. “Kalau masyarakat mau nonton, boleh, tetap jaga prokes,” tandasnya.

Pesta kembang api itu, kata dia, sebagai wujud syukur menyambut hari kemenangan umat Islam. Sekaligus peletup semangat baru, karena Kota Magelang berhasil melewati pandemi dengan baik.

Adanya acara ini, kawasan Alun-alun akan disterilkan dari kendaraan bermotor. Mulai pukul 17.00 sampai menjelang salat Id. Ia menegaskan, takbiran hanya dipusatkan di Masjid Agung Kauman. Dan tidak ada aktivitas takbir keliling. “Takbir boleh, tapi di masjid masing-masing,” ujarnya.

Baca juga:  Mengenal Indo Magelang melalui Pameran Foto dan Dokumen

Terpisah, Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo mengajak masyarakat lebih bijak dalam merayakan Lebaran tahun ini. Ia mengimbau agar masyarakat tidak bersikap berlebihan dengan melakukan arak-arakan dan takbir keliling yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan mengganggu warga yang lain.

“Untuk arak-arakan sampai saat ini belum diperbolehkan. Jadi mohon masyarakat untuk melalukan takbir di kampung masing-masing. Tidak usah ke sana ke sini berseliweran di jalan,” ucap Bowo.

Ia juga menekankan untuk tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan baik sebelum, selama dan sesudah Lebaran berlangsung. Utamanya bagi para pemudik yang sangat dimungkinkan membawa virus dari luar Temanggung.

Senada, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat juga menghimbau masyarakat untuk melakukan takbiran di musala atau di masjid desa masing-masing. Selain masih dalam situasi pandemi, takbir keliling juga dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan rawan gangguan kamtibmas.

Baca juga:  Gaji Sesuai UMK Pengaruhi Akselerasi Ekonomi

Kepala Kantor Kemenag Wonosobo Ahmad Farid menyampaikan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran perihal seruan kegiatan Idul Fitri 1443 H/ 2022 M. Dalam surat tersebut juga berisi imbuan untuk mengumandangkan takbir pada malam hari raya di masjid atau di musala desa setempat.

Dalam surat itu diatur agar saat mengumandangkan takbir menggunakan pengeras suara hingga pukul 22.00. Dilanjutkan menggunakan pengeras suara dalam.

“Kemudian saat pelaksanaan salat Fitri dapat dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka dengan mengutamakan protokol kesehatan 5M. Selanjutnya pelaksanaan takbir dapat menggunakan pengeras suara luar,” pungkasnya. (put/nan/git/ton/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya