alexametrics

Stok Kepokmas Mencukupi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang bersama seluruh pihak mematangkan kesiapan menghadapi Idul Fitri 1443 Hijriah. Empat fokus utamanya adalah kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas), sarana dan prasarana (sarpras), kesehatan, keamanan.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Daerah Kota Magelang  Yonas Nusantrawan Bolla menyebut, stok kepokmas di delapan distributor terpantau aman. Distribusi juga lancar. “Sehingga pedagang tidak menyetok barang dalam jumlah besar,” ucapnya di rapat koordinasi di aula Adipura Kencana, Selasa (19/4).

Misalnya stok minyak goreng, masih tersedia 5.110 liter. Beras 14,5 ton, gula pasir 124,5 ton, tepung terigu 59,55 ton. Terkait kepokmas, ia juga berkoordinasi dengan Bulog Magelang.

Dikatakan Yonas, Bulog Magelang masih memiliki cadangan beras jenis medium sebanyak 17.480 ton. Beras ini merupakan cadangan pemerintah yang digunakan dalam keadaan darurat. Sedangkan jenis premium, masih 2 ton. Ketersediaan stok pangan lainnya ada 75.000 kilogram gula, 10.000 kilogram minyak goreng, 3.000 kilogram tepung terigu.

Baca juga:  Desa Balesari dan Kelurahan Panjang Jadi Target TMMD Sengkuyung

“Ini menunjukkan stok komoditas bahan pokok aman dan siap apabila diperlukan untuk operasi pasar,” jelasnya.

Kendati demikian, pemkot tetap mengantisipasi lonjakan harga dan praktik penyimpangan. Operasi pasar tetap akan dilakukan jika ada indikasi harga tidak wajar dan praktik menyimpang perniagaan. “Contohnya penjualan daging sapi glonggongan,” tandasnya.

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz meminta semua pihak bersinergi, agar Lebaran tahun ini aman dan nyaman. Ia juga minta agar protokol kesehatan tetap ditegakkan. Hal-hal yang mengganggu kenyamanan seperti pesta mercon, perlu ditertibkan.

Sementara itu, Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn meminta RT, RW, kelurahan, maupun kecamatan melapor jika tampak aktivitas mencurigakan dari anak-anak muda. Mereka biasanya berkumpul, dan membawa beberapa mercon untuk siap diledakkan. Jam rawan yang biasanya terjadi adalah saat sahur, menjelang buka atau sesudah buka puasa. “Hal lain yang perlu diwaspadai adalah perang sarung,” tandasnya.

Baca juga:  BPNT Kembali Disalurkan ke Warga

Menurutnya, aktivitas anak muda itu sebetulnya untuk asyik-asyikan. Namun bisa berpotensi memunculkan gangguan keamanan. (put/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya