alexametrics

Antar Akta Kematian ke Rumah Duka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Jangan lagi menyepelekan Akta Kematian. Surat ini diperlukan untuk mengurus warisan, klaim asuransi, sampai uang duka. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Magelang memberikan kemudahan pelayanan itu melalui program Si Sakti (Aksi Siap Antar Akta Kematian).

Sekali mengurus, beberapa dokumen lain turut diterbitkan. Antara lain, KTP elektronik, kartu keluarga (KK), dan ucapan bela sungkawa dari wali Kota Magelang. Semua dokumen kependudukan ini diantar langsung ke rumah duka, sebelum jenazah dikebumikan.

Rupanya, penerbitan Akta Kematian diperlukan Disdukcapil untuk pemutakhiran database kependudukan yang akurat. Juga membangun kesadaran masyarakat tertib administrasi kependudukan (adminduk) dalam rangka Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA). Serta mewujudkan pelayanan yang membahagiakan masyarakat.

Baca juga:  Tingginya Sikap Toleransi Bawa Kota Magelang Boyong Penghargaan Smart Society dari Kemenkominfo

Bagaimana Akta Kematian sampai ke tangan ahli waris ? Kepala Disdukcapil Kota Magelang Larsita menjelaskan, layanan Si Sakti ini mengandalkan Whatsapp Group (WAG). Saat terjadi kematian, Ketua RT dan RW melaporkan ke kelurahan dengan melengkapi data yang meninggal, pelapor dan saksi, serta rencana waktu pemberangkatan jenazah. “Selanjutnya, kelurahan akan mendaftarkan permohonan penerbitan Akta Kematian melalui layanan online adminduk, dan menginformasikan melalui WAG Si Sakti,” jelas Larsita.

Petugas Disdukcapil segera memprosesnya. Kutipan Akta Kematian dan dokumen adminduk lainnya itu langsung dikirim ke kelurahan. Oleh pihak kelurahan diantar ke rumah duka, sebelum pemberangkatan jenazah. “Beberapa kesempatan, Pak Wali Kota Dokter Aziz turut menyerahkan langsung kepada ahli waris, sebagai wujud bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang berduka,” ungkapnya.

Baca juga:  Alsintan Dukung Produksi Pertanian

Di samping itu, jika yang meninggal merupakan dari keluarga prasejahtera, akan diberikan santunan kematian dari Pemkot Magelang Rp 2,5 juta. Sejak layanan Si Sakti bergulir pada 2020, penerbitan Akta Kematian di Kota Magelang mencapai 1.145 dokumen. Atau 62,33 persen dari total penerbitan Akta Kematian sebanyak 1.837 dokumen.

Sedangkan pada 2021, penerbitan Akta Kematian melalui Si Sakti sebanyak 1.645 dokumen atau 72,85 persen dari total 2.258 dokumen. Pada 2022, triwulan I, penerbitan Akta Kematian melalui Si Sakti sebanyak 317 dokumen dari total 461 Akta Kematian.

Inovasi layanan Si Sakti ini tak hanya sukses meningkatkan cakupan Akta Kematian, tapi juga mendapat penghargaan pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 22021. Lalu masuk Top 33 Inovasi Jawa Tengah. (put/ton)

Baca juga:  Bagikan 100 Kilogram Jahe ke Warga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya