alexametrics

Batal Dinikahi Lapor Polisi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Lewat aplikasi kontak jodoh Tinder TH, 34, menjadi korban ghosting seorang pria berinisial KDA, 43, warga Kota Semarang.

Pelaku KDA, dilaporkan karena melakukan tindakan penipuan. KDA tega meninggalkan korban yang warga Kota Magelang menjelang hari H pernikahan. Selain itu, KDA juga sering meminta uang dengan berbagai alasan.

“Pelaku melakukan perbuatannya dengan membujuk rayu, keadaan palsu, dan martabat palsu. Sehingga korban menyerahkan harta miliknya kepada pelaku. Kerugian (korban) sekitar Rp 461 juta,” jelas Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang.

Kapolres menerangkan KDA dan TH berkenalan lewat Tinder pada Juni 2018. Setelah bertemu langsung sepakat pacaran dan sudah dua kali berhubungan badan. Selain itu, pelaku sering kali meminta uang kepada korban dengan alasan untuk memperbaiki mobil dan lain-lain.

Baca juga:  Prajurit Taruna Blasteran Perancis Lulus Pendidikan

Alasannya tidak bisa makan, selalu ditagih debt collector. Selain itu, juga beralasan ibu pelaku sakit tidak bisa berobat dan mengeluh tidak punya biaya untuk operasi. Selanjutnya pelaku meminta sejumlah uang kepada korban dengan janji apabila sudah bekerja akan dikembalikan.

“Dan menurut keterangan korban, ini terus dilakukan selama menjalin hubungan,” jelas kapolres.

Tersangka juga pernah menemui ibu korban. “Sudah ketemu ibunya (korban, Red) dan menetapkan tanggal pernikahan pada 7 Maret 2020. Sesudah itu (korban, Red) ternyata ditinggal,” ungkap Yolanda.

Padahal, Yolanda menambahkan korban telanjur mempersiapkan rencana pernikahan tersebut. Setelah pernikahan batal, korban melapor ke Polres Magelang Kota. Pelaku diamankan oleh petugas pada Rabu, 23 Maret 2022 pukul 02.00 saat berada di kamar Hotel Front One daerah Sragen.

Baca juga:  Sah! Ali Sobri Ketua Umum KONI Kota Magelang

“Pasal yang dikenakan tindak pidana penipuan atau penggelapan, pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP. Ancaman hukumannya kurungan selama 4 tahun,” terang Yolanda.

Sementara itu, KDA berdalih meninggalkan korban karena sejumlah alasan. “Awalnya saya mau menikahi. Karena berjalannya waktu saya sudah tidak cocok sama karakter korban. Dia seperti punya target setahun kami harus nikah. Saya kepontal-pontal karena terlalu cepat,” dalih KDA. Meski demikian, KDA mengaku sering meminta uang korban yang bekerja sebagai pedagang sembako.

“Uangnya untuk perbaikan mobil dan kehidupan saya sehari-hari,” ujar dia. (rfk/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya