alexametrics

Pengunjung Padusan Turun 70 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Menjelang puasa Ramadan, warga mengadakan padusan di objek wisata air di Kota Magelang, Sabtu (2/4). Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Magelang di waterboom Taman Kyai Langgeng sejumlah pengunjung bermain di kolam renang.

Dirut Perumda TKL Arif Taat Ujiyanto mengatakan biasanya pengunjung waterboom meningkat menjelang puasa. “Untuk pagi jumlah pengunjung masih belum kelihatan, tadi laporan sementara baru ada sekitar 100 pengunjung,”ujarrnya.

Ia menjelaskan Jumat (1/4) ada 431 pengunjung. Peningkatan kunjungan wisatawan ini baru terlihat usai duhur. Semakin sore, wisatawan yang datang juga bertambah. “Tapi tetap masih ramai sebelum pandemi,” jelasnya.

Hal ini juga sama yang terjadi di kolam renang Pisangan. Berdasarkan pantauan wartawan koran ini pagi sekitar pukul 09.00, ada sekitar 100 sampai 200 pengunjung yang datang.

Baca juga:  Polah Maneges Roso Ajak Warga Jaga Lingkungan

Terpisah, jumlah pengunjung Pikatan Water Park Temanggung dalam momen padusan menurun  hingga 70 persen  dibanding tahun sebelumnya. Plt Direktur Perumda Bhumi Phala Wisata Bagus Pinuntun mengatakan pada Jumat (1/4) jumlah pengunjung 1.500 orang. Sedangkan Sabtu (2/4) hingga jam 12.00 baru 800 pengunjung. “Jumlah tersebut masih kalah jauh pada padusan tahun sebelum yang bisa mencapai 7.000 hingga 10.000 orang,” ujarnya.

Masih kata Bagus, turunnya jumlah pengunjung ini dimungkinkan beberapa faktor. Salah satunya karena banyaknya kompetitor wahana wisata air di Kabupaten Temanggung yang belakangan kian menjamur. “Kita lihat saat ini banyak wisata air baik milik desa atau perorangan. Seperti di Liyangan, Bansari, Jumo dan beberapa tempat lainnya,” terangnya.

Baca juga:  1.100 KPM Disuntik Modal Rp 300 Ribu

Ia juga menduga faktor perekonomian masyarakat yang belum pulih akibat pandemi Covid-19 juga menjadi penyebab masyarakat lebih ingin menyimpan uangnya untuk keperluan lain.

Sementara anak-anak di Lingkungan Bendo, Kelurahan Kertosari, Kecamatan/Kabupaten Temanggung mengadakan padusan di mata air Rowali.  “Airnya segar. Kami selalu padusan di Rowali sebelum puasa. Tidak perlu desak-desakan. Kalau di kolam renang ramai dan harus membayar,” ungkap Sheli Auladia, 8, warga Rusun Kertosari itu, Sabtu (2/4).

Anak-anak lain, Davin Wahyu Setiawan, 8, juga mengaku lebih senang padusan di Tuk Rowali ketimbang harus jauh-jauh datang ke lokasi wisata pemandian yang ada di Temanggung.  (rfk/nan/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya