alexametrics

Raup Jutaan Rupiah Per Hari, Pengemis Upin Ipin di Magelang Diantar Naik Dua Mobil dari Jabar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Kabar tentang pengemis atau badut berkostum Upin Ipin yang jalan sempoyongan di Kota Magelang viral di dunia maya. Saat dicek tim Linmas Satpol PP Kota Magelang, pengemis ini ternyata tidak hanya satu orang, tapi ada sejumlah kelompok yang beroperasi di Magelang. Pendapatan mereka bisa mencapai jutaan rupiah per hari.

Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat Linmas Kota Magelang Praditya Dedy Heryanto menjelaskan sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya pengemis yang memakai kostum Upin Ipin berjalan sempoyongan dan tertatih-tatih. Karena dikhawatirkan yang menggunakan kostum ini sudah capek atau usia tua, pihaknya mencoba berkomunikasi dan menjangkau.

Baca juga:  UMKM Bisa Bertahan, Jika Terhubung Marketplace

Tim Linmas mencoba berkomunikasi, ternyata dari pihak pengemis ini tidak berbicara hanya memberikan bahasa isyarat. “Karena kita khawatir, dan takutnya pengemis ini disabilitas kita langsung bawa ke Dinas Sosial,” jelasnya Senin (21/3).

Saat di jalan, ternyata tim Linmas juga menjumpai pengemis yang sama. Sekalian diikutkan untuk dibawa ke Dinsos. Saat kedua pengemis ini membuka kostumnya, ternyata di balik kostum ini seorang pemuda yang masih usia sekitar 17 tahun. “Saat kita tanya ternyata yang beroperasi di Kota Magelang ada delapan orang. Dengan modus ingin dikasihani,” ujar Dedy.

Usai dari Dinsos, pihaknya langsung membawa dua orang pengemis ini ke kantor Satpol PP Kota Magelang. Selain itu, pihaknya menyuruh mereka untuk menghubungi anggota lainnya.

Baca juga:  Tempat Wisata, Mal, Pasar dan Restoran Diperketat, Ganjar: Kalau Tidak Bisa Diatur, Tutup!

“Kita berikan pembinaan dan arahan untuk tidak melakukan profesi minta-minta. Karena melihat fisik dan usia yang bersangkutan semuanya masih di usia produktif. Yang termuda usia 17 tahun sampai 30 tahun,” jelasnya.

Ia mengaku cukup prihatin, karena ternyata komloptan pengemis ini cukup terorganisasi dan terstruktur. Dan tidak hanya Kota Magelang yang menjadi target operasi, kota-kota besar lainnya juga pernah menjadi target operasi mereka.

“Ternyata rombongan Upin Ipin berjalan sempoyongan di Kota Magelang memiliki omset jutaan rupiah tiap harinya. Selain itu, pendapatan hariannya juga ada pembukuannya, serta ada dua mobil yang mereka gunakan karena mereka dari luar kota, yakni Jawa Barat,” imbuhnya.

Baca juga:  Kali Kota Disulap Jadi Wisata Susur Sungai

Dedy berharap kepada warga masyarakat bisa lebih jeli dan selektif dalam menyalurkan bantuan atau memberikan bantuan kepada orang lain yang benar-benar membutuhkan. Dan pihaknya akan terus mengawasi kegiatan mereka. (rfk/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya