alexametrics

Jangan Tunggu Bantuan Pemerintah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz mengumpulkan para pedagang kaki lima (PKL). Ia mendorong PKL lebih mandiri. Tidak terus-terusan bergantung pada pemerintah. “Sekarang ini kita dorong masyarakat berdaya. Jangan menunggu bantuan,” kata Dokter Aziz usai Ngopi Bareng Wali Kota di selter kuliner Tuin van Java (TVJ), kemarin.

Selama ini, kata dia, PKL tidak pernah ditarik retribusi oleh pemerintah. Meskipun telah menggunakan fasilitas selama bertahun-tahun. Karena itu, ia meminta tiap paguyuban PKL untuk merawat fasilitas dengan menyisihkan hasil keuntungan.

“Sisihkan 10 persen dari yang didapatkan. Kumpulkan dan kelola sendiri,” tandasnya.

Anggota DPRD Kota Magelang Waluyo sepakat dengan pemikiran wali kota. Sejak tahun 2014, pemkot sudah mulai membangun selter-selter. Sekarang saatnya PKL bergotong-royong. “Kalau hal kecil-kecil, masak harus minta pemerintah. Pemerintah (mengurusi, Red) yang besar-besar,” ujarnya.

Baca juga:  Gelorakan Nasionalisme, Putra Lagu Perjuangan

Ketua Paguyuban PKL Tuin Van Java Sugiyarto mengakui, para PKL sudah mulai mandiri. Bahkan sampai memberikan fasilitas toilet gratis bagi pengunjung. Operasional diambil dari patungan pedagang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan  (Disperindag) Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarmo mendata ada 1.041 PKL. 600-700 di antaranya menempati selter. Sisanya tersebar di banyak sudut kota.

Ia juga menginformasikan, telah mengusulkan ribuan PKL dan warungan untuk mendapatkan bantuan tunai dari Mabes TNI Rp 600 ribu. Bantuan itu akan disalurkan melalui Kodim 0705/Magelang. “Tapi dengan catatan, yang pernah dapat BPUM otomatis akan terverifikasi tidak akan dapat ini,” imbuhnya. (put/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya