alexametrics

Rodanya Mas Bagia, Program Pemberdayaan Masyarakat Maju Sehat dan Bahagia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Rodanya Mas Bagia adalah program pemberdayaan masyarakat. Ditujukan untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat melalui pengalokasian APBD untuk tiap rukun tetangga (RT) sebesar Rp 30 juta per tahun. Dana itu dialokasikan di setiap RT untuk membiayai program dan kegiatan di tingkat RT atau gabungan RT dalam satu RW, sesuai kebutuhan dan usulan warga. Baik untuk sarana prasarana maupun kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Seperti untuk mengikuti pelatihan-pelatihan.

Pemkot Magelang menyiapkan anggaran sebesar Rp 30 miliar lebih untuk dana RT. Dengan jumlah sasaran penerima sebanyak 1.031 RT yang tersebar di tiga kecamatan.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Handini Rahayu mengibaratkan program Rodanya Mas Bagia seperti episentrum dari 38 program unggulan wali kota. Saling berkaitan satu sama lain. Program ini telah dikenalkan sejak dokter Aziz menjabat wali kota. Mulai dilaksanakan pada anggaran perubahan tahun 2021, dengan skema yang masih sederhana. Saat itu keterlibatan masyarakat belum 100 persen. Karena pelaksanaan program masih melekat di kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca juga:  Penyegaran, Perwira Kodim Bergeser

Barulah di tahun 2022, keterlibatan masyarakat masuk dalam setiap tahapan. Perencanaan kegiatan, pengusulan, pelaksanaan, penerima manfaat, dan menyusun laporan pertanggungjawaban anggaran. “Program yang dibiayai sesuai dengan usulan dan kebutuhan warga,” katanya.

Harapannya masyarakat semakin memiliki kemampuan untuk merumuskan kebutuhan mereka melalui penyusunan rencana kegiatan masyarakat (RKM). Pada penyusunan RKM, kata Dini, ada usulan wajib. Seperti untuk menangani lansia telantar, posyandu, operasional RT, dan pelatihan. “Bahkan anggaran penanganan lansia itu menyerap sekitar Rp 2 miliar atau 2 persen dari dana RT yang tersedia,” ujarnya.

Kemahiran masyarakat di tingkat RT dalam membangun wilayahnya juga akan terus diasah. Tahun 2023 nanti, tiap RT akan diminta untuk membuat profil lingkungan. “Masyarakat diajak menilai potensi wisata, budaya, dan perekonomian masing-masing,” ujarnya.

Baca juga:  Sapi Ngamuk, Panitia Kurban Patah Tulang

Sementara itu, Kabag Pemerintahan M Yunus menyebutkan bahwa garda terdepan pelaksana Rodanya Mas Bagia adalah kelompok masyarakat (pokmas). Secara bertahap, para pokmas diberi pembekalan mekanisme pekerjaan swakelola tipe 4.

Karena mereka yang akan sering berkomunikasi dengan kelurahan kaitannya dengan penyusunan kerangka kerja acuan (KAK) dan proposal dari pokmas, sampai terbitnya kontrak kerja antara kelurahan dan pokmas.

Jika hal itu sudah terpenuhi, dana RT dapat dicairkan melalui rekening pokmas. Selanjutnya dibelanjakan dan dipertanggungjawabkan penggunaannya. Secara garis besar tugas pekerjaan tersebut meliputi tugas dalam pengadaan barang/jasa dan penatausahaan keuanganan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (prokompim/kotamgl)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya