alexametrics

Ciptakan Prototipe Coil Cegah Pendarahan Otak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Peneliti Universitas Tidar (Untidar) Magelang Dr. Suyitno berhasil menciptakan prototipe coil yang dapat digunakan untuk mencegah pendarahan otak. Peneliti dari Teknik Mesin Untidar ini berkolaborasi dengan peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Jurusan Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Kolaborasi untuk mengembangkan dan memproduksi coil di dalam negeri.

Suyitno menjelaskan coiling adalah metode yang digunakan untuk menangani kasus aneurisma. Aneurisma otak adalah penonjolan atau pembengkakan pada arteri di otak. Aneurisma yang menonjol menekan saraf atau jaringan otak. Membengkaknya bagian pembuluh darah mengakibatkan risiko pecahnya pembuluh darah ke jaringan di sekitarnya yang disebut pendarahan. Aneurisma yang pecah dapat menyebabkan stroke hemorrhagic, kerusakan otak, sakit kepala yang hebat, koma, dan bahkan kematian.

Baca juga:  Kontes Foto Kebaya di Tengah Sawah

Tim peneliti berhasil mengidentifikasi proses, bahan dan instrumen untuk coil dan pemasangannya. Bahkan telah dihasilkan prototipe coil dengan material paduan platinum-tungsten oleh Dr. Suyitno.

“Paduan platinum-tungsten merupakan material yang memenuhi persyaratan untuk coil. Pengembangan material dilakukan di ITS Surabaya, sedangkan pengujian material dikerjakan Departemen Teknik Mesin SV-UGM,” jelas Suyitno yang juga Dosen Program Studi S1 Teknik Mesin Untidar.

Lanjut dia, prototipe coil yang dihasilkan telah diuji coba pemasangan pada model aneurisma di RS Unair. Prototipe coil berhasil dimasukkan pada model, selain itu prototipe ini menunjukkan sifat mampu dideteksi dengan X-rays.

Ia menguraikan riset selanjutnya adalah proses perlakuan prototipe coil agar mampu bertindak sebagai material shape memory. “Keberhasilan mewujudkan prototipe coil ini memacu peneliti untuk bisa menyelesaikan penelitian sampai ke tahap siap diproduksi. Meskipun masih banyak riset diperlukan, keberhasilan membuat prototipe ini membawa optimisme kepada tim peneliti,” imbuhnya. (rfk/lis)

Baca juga:  Ikhlas Mengabdi untuk Jaga Budaya dan Tradisi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya