alexametrics

Guru dan Siswa Masuk Sekolah 50 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Kota Magelang masuk pada pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kota Magelang mengubah kuota pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas menjadi 50 persen daring dan 50 persen luring. Begitu juga dengan gurunya. Sebanyak 50 persen work from home (WFH) dan 50 persen work from office (WFO).

Plt Kepala Disdikbud Kota Magelang Papa Riyadi menyebutkan pengaturan itu sesuai ketentuan SKB 4 Menteri. Pihaknya mengimbau sekolah agar memberikan pelayanan terbaik.  Cepat menyesuaikan diri. “Pengaturan seperti ini memang rumit, tapi kita harus optimalkan agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” kata Papa, Rabu (16/2).

Selain itu, ia juga menginstruksikan kepada semua sekolah swasta dan negeri jenjang SD dan SMP, agar lancar berkomunikasi dengan Disdikbud. Jika ada guru atau siswa yang diketahui positif dari hasil swab antigen dan PCR, agar segera menghentikan PTM untuk sementara waktu.  “Kemudian langsung tracing, siapa saja yang kontak erat,” tandasnya.

Baca juga:  Sah, Pilkada Kota Magelang Tanpa Calon Perseorangan

Papa akui ada beberapa sekolah yang menghentikan PTM. Karena ada siswa atau guru yang diindikasi terpapar Covid-19, berdasarkan hasil swab antigen. Namun demikian, ia enggan merinci berapa jumlah sekolah yang terdampak.

Karena itu, ia meminta pihak sekolah benar-benar menerapkan protokol kesehatan (prokes). Serta mengoptimalkan Satgas Covid-19 di tiap sekolah untuk memantau penegakan prokes. Berkaca dari pengalaman uji petik, para guru dan siswa tidak mengalami gejala. Padahal hasil swab antigen reaktif atau posistif. (put/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya