alexametrics

Inovasi Tak Harus Muluk, Tapi Bermanfaat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang mengumpulkan unsur pentahelix untuk membahas inovasi daerah yang berdaya saing.

Kabid Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Magelang Didin Saepudin mengaku untuk menciptakan inovasi yang berdaya saing perlu mendapat masukan dari banyak pihak. Kolaborasi dan penyamaan presepsi. Tidak jarang, penciptaan inovasi menjumpai banyak kendala. “Karena mindset inovasi belum merata,” ucap Didin dalam FGD di aula Bappeda, Jumat (11/2).

Menyusul permasalahan lainnya. Yakni budaya inovasi belum secara harmoni berjalan, antara budaya kerja dan budaya kinerja. Lalu, pembaharuan yang dilakukan oleh personel di perangkat daerah belum atau bahkan tidak terdokumentasi dengan baik. “Masih ada yang menganggap, bahwa inovasi itu harus wah dan berbiaya mahal,” ujarnya.

Baca juga:  Seminggu, Tiga Kali Bagikan Nasi Warga Isoman

Padahal, kata Didin, inovasi tidak seperti itu. Kriteria inovasi itu memberi manfaat bagi daerah dan masyarakat. Juga tidak mengakibatkan pembebanan dan atau pembatasan pada masyarakat. Anggota DPRD Kota Magelang dari Komisi A, Tyas Anggraeni meminta agar inovasi tak sekadar inovasi. Ada konsistensi. Tidak berhenti pada produk inovasi itu jadi, tapi harus berkelanjutan.

“Kota Magelang itu banyak (inovasi, Red) aplikasi. Tapi aplikasinya itu dipakai masyarakat nggak? Jangan hanya bikin-bikin saja, tapi nggak terpakai,” ungkapnya.
Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang (DKKM) M Nafi mengkritik inovasi-inovasi di Kota Magelang selama ini masih banyak yang kurang tepat. Menurutnya, inovasi tak perlu muluk, tapi manfaatnya terasa. Paling penting adalah inovasi dengan pendekatan budaya. (put/lis)

Baca juga:  Nur Iman Dinda Kinsaranate, Ciptakan Banyak Inovasi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya