alexametrics

Dapat Iming-iming Gandakan Uang, Rp 20 Juta Melayang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Empat penipuan berkedok penggandaan uang berhasil dibekuk Jajaran Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Mereka dibekuk usai menipu NW,45, warga Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Dengan iming-iming menggandakan uang, komplotan ini berhasil membawa kabur uang Rp20 juta.

“Pelaku ada 4 orang dengan peran masing-masing,” kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi. Otak penipuan adalah Dadang Purwanto,45, warga Batang; Dibantu Ahmad Abdulrohman,43, dan Andi Prasetyo,43, warga Batang serta Andre Samroni,40, warga Majalengka.

Awalnya korban mengobrol dengan tetangga Sabtu (22/1). Lantas datang rekannya YW,40, yang mengaku kenal dukun yang bisa menggandakan uang. Tergiur, korban dan dua rekannya datang ke Pekalongan dengan naik Bus. Lantas dijemput pelaku Ahmad Abdulrohman dan Andi Prasetyo.

Baca juga:  Madrasah Siap Jadi Sekolah Ramah Anak

Untuk menyakinkan korban, dua pelaku mengajak rombongan sholat di Masjid Gapura. Dengan alasan, sambil menunggu dukun Dadang Purwanto yang sedang melakukan ritual dan pengobatan. Tak lama kemudian datang Andre Samroni.

“Lantas menceritakan jika dukun itu bisa menggandakan uang yang banyak. Dan meminta sejumlah syarat, yaitu membeli sajadah dan Al Quran untuk syarat pengobatan,” ujarnya.

Setelah sepakat, ritual penggandaan uang dilakukan di Hotel Jaya Dipa Kota Pekalongan. Agar korban percaya, pelaku mempraktekan merubah uang Rp 2 ribu menjadi berlipat. Dengan keahlian sulap, sang dukun meminta korban mencari ember air. Kemudian diisi dengan air serta ditutup sajadah. Kemudian memasukkan uang Rp 2 ribu selembar, serta dicampur sobekan kertas. Rekan korban NW, diminta untuk mengaduk air dalam ember. “Setelah ritual ember dibuka dan ternyata uang Rp 2 ribu selembar berubah banyak menjadi 40 lembar,” tambahnya.

Baca juga:  Petugas Puskesmas Curhat Jalan Terendam Rob

Korban semakin percaya. Kemudian diminta menyumbangkan uang hasil penggandaan ke fakir miskin. Lantas diminta menukar uang senilai Rp 500 ribu dengan pecahan Rp 2 ribu. Selain itu, syaratnya membeli rokok dan dan kopi untuk persembahan. Korban juga disuruh membawa uang Rp 20 juta, dengan janji akan dilipatkan menjadi Rp 2 Miliar.

Di akhir ritual korban dikasih bungkusan kain warna merah ditali. Mereka diminta ritual berdoa membaca surat Al Fatihah, Al Ikhlas dan Al falaq 21 x, dengan memejamkan mata, sambil memegangi bungkusan merah tadi. Setelah bungkusan dibuka ternyata isinya hanya uang Rp 2 ribuan sejumlah 50 lembar serta sobekan kerta. “Pelaku kabur membawa Rp 20 juta milik korban,” tambahnya. (han/fth)

Baca juga:  Kantor Wali Kota Dipasangi Logo TNI, Ini Penjelasan Pemkot Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya