alexametrics

Muncul 4 Kasus, Tempat Isoter Dibuka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Buntut adanya 4 kasus Covid-19, status  Kota Magelang berubah ke PPKM level 2. Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen pada 8 Februari pun dibatalkan.

Empat (kasus, Red)  buat Kota Magelang banyak,” kata Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz, usai membuka pameran arsip dan foto di gedung Loka Budaya Drs Soekimin Adiwiratmoko, Alun-alun Selatan, Selasa (1/2).

Dokter Aziz menyebut empat kasus baru yang terdeteksi itu, dua di antaranya positif. Para pasien tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan dua lainnya melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing. Statusnya suspek.

“Kita juga kembali membuka isolasi terpusat (isoter) di Hotel Borobudur, dan di mess Bayeman (Cipta Karya Bayeman, Red) tapi kecil, hanya tiga kamar muat untuk enam orang,” ucapnya.

Baca juga:  Popda Kedu Pertandingkan Enam Cabor

Ia akui pelacakan terhadap kontak erat atau tracking di Kota Magelang dinilai rendah oleh pemerintah pusat.  “Tracking kita dianggap terbatas, belum memadai,” akunya.

Karena itu, ia menargetkan tracking dan testing di atas 100 orang per hari. Kemudian mengaktifkan kembali Jogo Tonggo. Ia juga mengimbau ketua RT dan RW, agar rutin melaporkan tamu luar kota yang masuk ke Kota Magelang.

“Para tamu yang datang itu harus cek swab antigen dan PCR di labkes kita,” tandasnya. Ia menjamin gratis. Semua dibiayai pemkot.  Atas situasi ini, PTM 100 persen pun ditunda. Maka, PTM terbatas dengan kuota 50 persen tetap berlanjut. Sementara kegiatan pariwisata, tetap jalan. Tapi kapasitas pengunjung dibatasi 50 persen saja. “Kita mengikuti (aturan, Red) level saja,” imbuhnya.

Baca juga:  Kuota 3.000 Dosis Vaksin Terpenuhi

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Papa Riyadi alias Popo menyebutkan, penundaan PTM 100 persen untuk keselamatan bersama. Meskipun diakui, persiapan menuju PTM 100 persen sudah 80-90 persen.

Berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri, kata Popo, sebenarnya Kota Magelang telah memenuhi kriteria untuk melaksanakan PTM 100 persen. Ia menyebutkan, vaksinasi pelajar telah mencapai 96 persen.

Kemudian vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) telah mencapai 97 persen. Padahal di SKB, hanya diatur minimal 80 persen. Lalu vaksinasi lansia diatur minimal 50 persen. Kota Magelang sudah 80 persen.

Ia memastikan, meski PTM terbatas dengan kuota 50 persen luring dan 50 persen mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan tetap berkualitas. Pihaknya telah menyediakan aplikasi Sistem Informasi Pelajar (SIP) Cemerlang yang digunakan guru dan siswa selama PJJ. Pada aplikasi tersebut, tersedia materi pembelajaran dan evaluasi.  “Ulangan tinggal upload, nanti akan keluar hasil nilainya,” jelasnya.

Baca juga:  Peluang Investasi Potensial di Pasar Rejowinangun Kota Magelang

Sementara soal skema pembelajaran selama pandemi, diserahkan kepada pihak sekolah. “Itu kewenangan sekolah,” pungkasnya. (put/rfk/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya