alexametrics

Mal Pelayanan Publik Dibuka Akhir Februari

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang menjamin kemudahan pelayanan perizinan dan nonperizinan di Kota Magelang. Komitmen itu diwujudkan dengan membangun mal pelayanan publik (MPP) yang sebentar lagi akan beroperasi, 26 Februari 2022.

Terdapat 26 tenant di dalamnya. Terdiri dari berbagai instansi penyelenggara pelayanan publik. Mulai dari instansi pemerintah, instansi vertikal, BUMN, dan BUMD. Mereka menempati lantai dua Gedung Sasana Bumi Kyai Sepanjang. Lokasi tepatnya berada di atas gedung Perpustakaan Umum Kota Magelang yang berada di Jalan Kartini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Muchamad Abdul Azis memastikan fasilitas MPP sangat lengkap. Terdapat lift untuk memberikan kemudahan akses pengunjung untuk menuju lantai dua, tanpa harus kelelahan menaiki anak tangga.

Baca juga:  Pemkab Temanggung Siapkan Lahan 2,6 Ha untuk Perluas TPA Sanggrahan

Fasilitas lain seperti WiFi, air minum gratis, sampai tempat duduk khusus bagi penyandang disabilitas juga ditambahkan untuk menambah kenyamanan.“Untuk pembangunannya sendiri, baru kami mulai tiga bulan lalu,” aku Azis akhir pekan lalu.

Ia masih menyempurnakan, sampai tiba saatnya nanti MPP benar-benar dioperasikan. MPP ini, kata Azis, menyediakan antrean online. Terobosan tersebut diciptakan untuk memecah antrean. Sekaligus mengurangi kerumunan di masa pandemi Covid-19.

“Di MPP ini kami juga menyediakan customer service seperti di perbankan. Bedanya kalau di sini (MPP) CS mengetahui dan dapat menjelaskan, segala prosedur dan mekanisme di semua tenant,” imbuhnya.

Azis mengutarakan rencana memindahkan sebagian besar layanan DPMPTSP ke MPP. Lalu, kantor DPMPTSP hanya berfokus untuk melayani investasi saja.

Baca juga:  PPKM, Atlet Terpaksa Latihan Mandiri

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz mengatakan, salah satu misi Kota Magelang adalah meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan profesional. MPP akan menyederhanakan proses layanan birokrasi. “Istilahnya (MPP, Red) one stop service,” jelasnya.

Pemkot menggelontorkan dana APBD Perubahan tahun 2021 sebesar Rp 5,2 Miliar untuk membangun MPP ini. Ia harap, manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. (put/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya