alexametrics

Perlu Story Telling Kenalkan Warisan Budaya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Kota Magelang banyak memiliki bangunan bersejarah. Hal ini menjadi potensi wisata heritage (cagar budaya) yang menarik berbagai kalangan. Salah satunya Forum Silaturahmi Insan Pariwisata (Fosipa) yang melakukan road ke Kota Magelang, Sabtu (22/1) kemarin.

Fosipa mengunjungi sejumlah bangunan cagar budaya. Seperti Gereja GPIB Beth-El Magelang (1817), Masjid Agung Kauman (1650), Water Toren (1916), dan Kelenteng Liong Hok Bio Magelang (1864).

Selain itu, juga ke makam Kerkhoff Pa Vander Steur (gerbang Kerkhoff dibangun tahun 1906). Tak ketinggalan naik ke Gunung Tidar yang  mempunyai ketinggian 503 meter di atas permukaan laut.

Ketua Fosipa Century Road (FCR) Andri Supriyatna Sasmita mengatakan bangunan di Kota Magelang ini cukup estetik dan bernilai tinggi. Namun, ia merasa ada yang kurang. Yakni dari sektor sumber daya manusianya, berupa  story telling atau pemandu yang lebih lengkap untuk menceritakan warisan budaya, belum ada.

Baca juga:  Semangkuk Wedang Kacang yang Mengenyangkan

“Dilihat dari potensi sudah siap, tinggal ditambah SDM-nya. Karena kami memerlukan story telling yang lebih lengkap tentang heritage itu,” ujarnya.

Ia berharap ke depan setelah kunjungan ini para pelaku wisata yang tergabung dalam Fosipa CR akan menciptakan kolaborasi antara pelaku wisata di Kota Magelang dengan di Jogjakarta. Selain itu, juga berkolaborasi dengan para pelaku wisata lain di Jawa Tengah.

Pemetaan wisata bangunan cagar budaya di Kota Magelang tersebut, diikuti 54 pelaku wisata dari beberapa daerah. Seperti dari Jogjakarta, Temanggung, Jember Jawa Timur dan lainnya. Mereka merupakan pelaku wisata yang terdiri atas biro perjalanan, pengusaha hotel, restoran, pengusaha  transportasi yang tergabung dalam FCR.

Baca juga:  Merah Putihkan Pasar Rejowinangun

“Kedatangan kami ke Kota Magelang selain bersilaturahmi, juga mencari produk untuk dijadikan destinasi wisata,” ucap Andri yang juga Wakil Ketua Bidang Pengembangan Produk Asita DIY.

Sementara itu, Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menjelaskan warisan budaya di Kota Magelang sangat melimpah. Ia berusaha memaksimalkan potensi tersebut dengan terus memantau para pegiat budaya. “Seperti Gunung Tidar yang masih kurang eksplorasi. Awal ini SDM kita kuatin dulu termasuk SDM wisata,” ujarnya.

Ia menambahkan bangunan cagar budaya di Kota Magelang berbeda dengan kota-kota lain. Sehingga narasi yang akan dibuat harus berbeda dengan tempat lainnya, namun masih tetap sesuai sejarah bangunan tersebut.

“Gimana caranya narasi ini bisa menarik minat pengunjung dari luar Kota Magelang, baik domestik maupun manca akan tertarik datang,” katanya. (rfk/mg1/mg4/lis)

Baca juga:  Gapura Baru Percantik Kawasan Pecinan Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya