alexametrics

Langkah Sederhana Selamatkan Lingkungan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Pemkot Magelang mengajak warganya untuk menanam pohon. Karena saat ini terjadi penurunan kualitas lingkungan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang OT Rostrianto di sela peringatan Hari Gerakan Satu Juta Pohon, kemarin (21/1).

“Kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk melestarikan pohon. Karena berperan penting bagi kehidupan manusia dan spesies lainnya,” ungkap Otros—sapaan akrabnya, di kolam ikan RT 5 RW 2, Kelurahan Wates, yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan tersebut, Jum’at (21/1).

Menurut Otros, menanam pohon merupakan langkah sederhana yang berdampak besar terhadap penyelamatan lingkungan. Di antaranya mengurangi dampak kerusakan lingkungan dan iklim. Pohon juga bisa mengurangi polusi udara, karena dapat menyerap karbon. Kemudian, menyediakan makanan sehat untuk makhluk hidup di semesta alam ini.

Baca juga:  Lintasan Stadion dr Moch Soebroto Dibuka Umum

“Juga untuk mengisi ketersediaan air tanah untuk minum, sanitasi dan irigasi, mencegah erosi dan tanah longsor. Dan tentu saja untuk melestarikan keanekaragaman hayati,” bebernya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz secara simbolis menanam pohon. Diikuti Wakil Wali Kota Magelang KH Mansyur, anggota DPRD Kota Magelang, dan pejabat Forkopimda Kota Magelang. Bibit yang ditanam itu, di antaranya manggis, mangga, matoa, pisang.

Wali kota dokter Aziz membenarkan, pohon berperan penting terhadap kehidupan. Bahkan udara di Kota Magelang yang saat ini bisa dirasakan, dipengaruhi besar oleh pepohonan yang ada. “Kita bersyukur Kota Magelang ini sejuk, asri, jadi harus dijaga betul,” ujar Dokter Aziz.

Baca juga:  Tahun Ini Fokus Pembangunan SDM

Ia juga mendorong dibuatnya program pemberdayaan masyarakat dengan kegiatan menanam pohon di sekitar kolam-kolam ikan. Tidak hanya sebagai peneduh, kelak bisa menjadi tempat wisata edukasi yang menghasilkan. Setidaknya, Pemkot Magelang telah menggelontorkan Rp 30 juta per RT per tahun yang dapat digunakan untuk pemberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi masing-masing wilayah. (mg4/mg1/put/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya