alexametrics

Harga Rokok Naik, Pilih Ngelinting

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Dampak kenaikan harga rokok mulai dirasakan penjual maupun konsumen. Diahyani Astuti, penjual rokok di kawasan Terminal Borobudur mengaku kenaikan itu memberatkan.

“Harga rokok naik memberatkan kami. Modalnya jadi lebih besar dari biasanya,” tutur Diah ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang di warungnya, Senin (10/1).

Diah menjual rokok bungkusan hingga eceran. Harganya bervariasi. Tergantung merk. Mulai dari Rp 6.500 hingga Rp 33.000.

Dampak kenaikan harga rokok juga dirasakan konsumen. Salah satunya, Bukhori. Dia bahkan berpikir untuk beralih ke tembakau linting. “Kalau harga rokok naik terus, paling saya ngelinting tembakau,” ujar pria yang sehari-hari petugas parkir di Lapangan drh. Soepardi, Kota Mungkid, ini.

Baca juga:  Untidar Tampung 3.275 Mahasiswa

Setiap hari, Bukhori membeli sebungkus rokok seharga Rp 20.000. Artinya, dalam sepekan dia menghabiskan Rp 140.000 untuk rokok. Harga rokok yang semakin naik lantas membuatnya berusaha mengurangi dan berhenti merokok. “Walaupun agak berat, akan saya coba,” tuturnya.

Sementara Andi Saefudin, warga Kecamatan Muntilan, mengaku tidak keberatan dengan kenaikan harga rokok. Selama kenaikannya tidak terlalu tinggi. Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata tidak masalah jika harus menambah anggaran untuk membeli rokok.

“Jika naiknya Rp 500 – 1000 tidak masalah. Tapi kalau naiknya tinggi paling pindah ke tembakau linting,” ungkapnya. Sementara ini, harga rokok yang dia konsumsi masih nomal. Dia biasanya mengeluarkan Rp 120.000 untuk membeli rokok Camel selama sepekan. (mg2/mg3/rhy/lis)

Baca juga:  Sadis! Dukun Pengganda Uang di Magelang Bunuh Korbannya dengan Racun Sianida

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya