alexametrics

Kenaikan Tarif Bus Dinilai Masih Normal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Terminal Tipe A Tidar Kota Magelang yang merupakan terminal terbesar di Magelang, sepi penumpang pada Selasa (28/12) kemarin. Beberapa bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) keluar masuk terminal hanya mengangkut sedikit penumpang. Meski saat ini masuk libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2022.

Menjelang libur akhir tahun dilaporkan harga tarif beberapa bus AKDP maupun AKAP mengalami kenaikan. Berdasarkan info yang dihimpun Radar Magelang tidak semua PO bus menaikkan harga tiket. Untuk bus lokal seperti Handoyo dan Ramayana tidak naik harga.

“Untuk tahun baru ini kita enggak ada kenaikan harga tiket,” ujar Kepala PO Handoyo Magelang Priyono, Selasa (28/12).

Baca juga:  Isoter Hotel Borobudur Magelang Dihuni 30 Pasien

Priyono mengaku alasan tidak menaikan harga di libur Natal dan tahun baru ini karena bisa  mempengaruhi minat masyarakat untuk naik bus. “Biasanya nggak meledak penumpangnya,” ujarnya.

Agen bus Murni Jaya Narno mengatakan kenaikan tarif di libur Nataru ini bervariasi. Terutama untuk bus AKAP yang beroperasi di Pulau Jawa sudah mengalami penyesuaian di momen Nataru. Seperti Eka, Mira, Rosalia, Murni Jaya harga naik Rp 10 ribu sampai Rp 30 ribu sesuai dengan kelas bus masing-masing. “Kenaikan tarif ini tidak signifikan, dan para penumpang juga sudah memahami,” jelasnya.

Menurutnya kenaikan tarif tersebut tidak berpengaruh terhadap jumlah penumpang. Di masa pandemi Covid-19 dalam sehari jumlah penumpang PO Bus Murni Jaya biasa saja. “Paling hanya sekitar 20 sampai 25 penumpang. Kalau pas weekend bisa sampai 30 penumpang,” imbuhnya.

Baca juga:  Veteran Sedih Lihat Anak Muda Tawuran

Sementara itu, Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tidar Kota Magelang Joko Purnomo mengatakan berdasarkan pantauan anggota di lapangan memang ada beberapa bus yang menaikkan tarifnya. Namun, kenaikan tarif bus AKDP maupun AKAP masih dalam batas yang wajar. “Sampai ini kita juga belum mendapatkan laporan ada penumpang yang protes dengan harga tiket ini. Meski begitu, kami juga terus berkomunikasi ke pihak agen bus agar dapat memantau tarif-tarif di setiap agen,” katanya.

Sementara itu, pada perayaan Nataru ini pihak terminal mendapatkan instruksi dari pusat agar lebih ketat dalam penerapan protokol kesehatan (prokes). Joko meminta kru dan awak bus mematuhinya demi kesehatan, keamanan, dan kenyamanan bersama. (rfk/lis)

Baca juga:  Empat Inovasi Atasi Loss Learning

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya