alexametrics

Melalui Siamor, Pemkot Magelang Beri Perhatian Lebih untuk Lansia dan Disabilitas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang –  Pemkot Magelang memberikan perhatian lebih kepada lansia dan disabilitas. Melalui layanan Siaga Among Raga (Siamor), mereka bisa menikmati fasilitas gratis antar-jemput untuk berobat.

Kasi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Mimin Triyanti bercerita, Siamor adalah pengembangan dari program Jemput Sakit Antar Sehat (JSAS) yang ditangani PSC 119. Namun Siamor berfokus pada lansia dan disabilitas yang mengalami kendala menuju pusat pelayanan kesehatan.  Baik karena tidak bisa berjalan, tidak ada keluarga yang mengantar, maupun yang tidak memiliki biaya untuk transportasi.

“Kota Magelang ini adalah kota tua, banyak lansia yang berjasa untuk kota ini, karena itu harus kita prioritaskan dan kita fasilitasi untuk kontrol kesehatan rutin,” tuturnya di sela peluncuran Siamor pada acara senam bersama, di halaman belakang Setda Kota Magelang, Jumat, (17/12/2021).

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz mengapresiasi inovasi Dinkes itu. Kini masyarakat tidak perlu khawatir ketika mengalami kesulitan untuk menuju pusat pelayanan kesehatan, karena akan difasilitasi secara gratis. Dokter Aziz menegaskan, Siamor adalah pelayanan kesehatan jemput bola bagi para
lansia dengan immobilitas yang membutuhkan kontrol kesehatan rutin di fasilitas kesehatan. Sesuai dengan jadwal kontrol masing-masing. Mulai dari penjemputan, menunggu pemeriksaan, antre obat, sampai kembali lagi pulang ke rumah. Serta mendapat kepastian pembiayaan kesehatan dari Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Baca juga:  Pemkot Magelang Bebaskan Tagihan PDAM untuk Veteran

“Sehingga siapapun baik ketua RT, RW, lurah, camat yang mengetahui di sekitarnya ada lansia yang membutuhkan layanan kesehatan, segera lapor ke nomor layanan Siamor 085643331119,” bebernya.

Dokter aziz menegaskan, di masa kepemimpinannya, kesehatan menjadi prioritas pembangunan. Ia juga berpesan kepada seluruh ASN untuk memahami program-program pemkot, dan memasyarakatkannya.

“Saya juga minta ASN untuk berinovasi untuk mendukung pelayanan publik,” tambahnya.

Pada peluncuran ini, Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz Bersama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Ni Ketut Sri Budiani menunjukkan nota kesepakatan dan perjanjian kerjasama Pemkot Magelang dengan  BPJS Kesehatan Cabang Magelang dalam rangka perpanjangan universal health coverage (UHC).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Ni Ketut Sri Budiani menyebut UHC Kota Magelang mencapai 99,69 persen per 4 Desember 2021, melebihi target nasional 98 persen. Dengan kata lain, 126.793 jiwa dari jumlah penduduk 127.185 telah terlindungi program JKN-KIS. Tinggal 392 jiwa atau 0,31 persen penduduk belum ber-JKN. Data kependudukan ini diperolehnya dari data DKB Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri RI.

Baca juga:  Stok Darah di PMI Kota Magelang 166 Kantong

Menurutnya pula, Siamor dan program JKN-KIS menjadi kolaborasi yang manis dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Siamor memfasilitasi para lansia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dan biaya pelayanan itu dijamin program JKN,” ungkap Riri—sapaan akrabnya.

Dirinya pun mengapresiasi wali kota yang memerintahkan ASN sekeluarga mengunduh aplikasi Mobile JKN. Pengguna bisa memanfaatkan fitur skrining kesehatan untuk mengecek risiko penyakit kronis seperti diabetes melitus, jantung, dan hipertensi. “Kalau hasil skrining diketahui berisiko sedang atau berat, bisa langsung dikonsultasikan dengan dokter secara online, atau datang langsung ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) terdekat,” terangnya.

Selain mendapatkan pengobatan, pasien bisa bergabung ke program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) yang dikelola langsung oleh puskesmas. “Pasien nggak perlu khawatir, karena di prolanis ini, kesehatan pasien akan terpantau,” tegasnya.

Baca juga:  Borobudur Buka Lagi, Wisatawan Mulai Ramai

Selain itu, terdapat fitur skrining Covid-19. Pengguna bisa melakukan skrining mandiri di rumah. Jika hasilnya menunjukkan gejala Covid-19, bisa dilaporkan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan yang tepat. “Hasil skrining Covid-19 itu, bisa dikonsultasikan langsung ke pelayanan Kesehatan,” ucapnya.

Menurut dia, aplikasi Mobile JKN menjadi solusi tepat bagi peserta JKN-KIS dalam mengurus kepesertaannya pada masa pandemi Covid-19. Semua bisa dilakukan kapan pun, dan dimana pun. Ia sedang menggencarkan penggunaan aplikasi ini, sebagai langkah pengendalian penyebaran virus Covid-19 di kantor pelayanan. Serta mendukung gerakan menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang menjadi bagian dari penegakkan protokol kesehatan.

“Tidak perlu lagi ke kantor pelayanan BPJS Kesehatan untuk mengurus kepesertaan, karena semua bisa dilakukan melalui Mobile JKN, serta bisa terhindar dari risiko penyebaran Covid-19,” tuturnya. (put/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya