alexametrics

Gardu Pandang Penambah Daya Tarik Wisata Gunung Tidar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Usai ditetapkan menjadi level 1, wisata Gunung Tidar Magelang ramai pengunjung. Kepala UPT Kebun Raya Gunung Tidar Yhan Noercahyo Wibowo mengungkapkan jumlah wisatawan di gunung yang disebut sebagai paku Pulau Jawa ini terus meningkat.

Pengunjung bisa mencapai 1.000 orang pada hari biasa. Dan akhir pekan sampai 2.500 orang. “Dari sisi kapasitas ini masih sangat memungkinkan karena Gunung Tidar ini luas lahan total 70 hektare,” jelasnya kepada wartawan koran ini, Sabtu (4/12).

Yhan menambahkan saat ini Pemerintah Kota Magelang sedang mengembangkan Gunung Tidar sebagai destinasi wisata budaya, alam dan kesehatan. Selama ini, Gunung Tidar dikenal sebagai tujuan wisata budaya berupa ziarah ke makam Syeh Subakir, Kiai Sepanjang dan Kiai Semar atau Ismoyo Jati. Wisatawan yang datang dari berbagai daerah melakukan ziarah dan berdoa di makam para tokoh tersebut.

Baca juga:  Paslon Boleh Perbanyak APK

Adapun konsep wisata alam dikembangkan dari potensi lingkungan yang berupa hutan pinus, salak dan aneka ragam hayati lainnya. “Kita mengembangkan konsep wisata alam dengan menambah gardu pandang bernama Taman Elang Jawa di puncak Gunung Tidar. Taman ini sudah bisa dinikmati sejak awal Desember ini. Wisatawan bisa menikmati pemandangan alam Kota Magelang dari tempat yang nyaman,” jelasnya.

Nantinya wisatawan yang berminat melihat sunrise bisa melihat melalui gardu pandang ini sekitar pukul 05.00. Setelah itu bersantai terlebih dahulu di Taman Elang Jawa. Ia berharap dengan berfungsinya gardu pandang bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Gunung Tidar Magelang. “Apalagi saat ini kita sudah buka 24 jam,” ucapnya.

Baca juga:  Harga Rokok Naik, Pilih Ngelinting

Terpisah, kebijakan PPKM level 3 di seluruh Indonesia selama libur Natal 2021 dan tahun baru membuat para pedagang di sekitar wisata Gunung Tidar merasa waswas. Mereka takut wisata akan ditutup kembali seperti yang sebelumnya.

Pedagang oleh-oleh dan makanan Sumini berharap tempat wisata tidak ditutup lagi. “Saat ini mulai pelan-pelan membaik, namun jika ditutup ya udah nasib kita akan terpuruk lagi,” jelasnya.

Ia meminta agar rincian aturan PPKM level 3 tersebut tidak dikeluarkan secara mendadak. Apalagi menjelang akhir tahun biasanya digunakan masyarakat untuk liburan. Oleh sebab itu para pengusaha dan pedagang harus mempersiapkan diri dengan menyesuaikan aturan PPKM level 3.

“Kebijakan yang last minutes ini bisa berdampak. Makanya lebih baik pemerintah melakukannya dari awal agar masyarakat juga bisa menyesuaikan diri,” ujarnya. (rfk/lis)

Baca juga:  Periksa Tak Perlu Menunggu Sakit Parah

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya