alexametrics

Orang yang Meninggal di SPBU Salam Ternyata Warga Pekalongan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Satreskrim Polres Magelang akhirnya berhasil mengungkap identitas orang meninggal tanpa identitas di garasi mobil dengan sidik jarinya.

Korban diketahui Bernama Yayang Maulana Gitiwari, warga Madukaran, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Namun tempat tanggal lahir Gunung Kidul, 12 Mei 1996 (25 tahun).

Korban kali pertama ditemukan oleh Satpam SPBU di antara ruang produksi Bakpia Kencana dan warung makan murah area SPBU Baledono, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Sabtu pagi (20/11).

“Kami dapat mengungkap identitas melalui sidik jari korban,” kata Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun melalui Kasatreskrim AKP M Alfan Amin di Mapolres Magelang Minggu (21/11).

Berdasarkan keterangan Satpam SPBU Kelik Benadro, korban semula tidur di depan rumah makan (RM) Murah yang berada di lokasi SPBU Baledono Sabtu (20/11) sekira pukul 06.00.

Baca juga:  Dinkes Kota Magelang Tetapkan KLB DBD, Satu Pasien Meninggal

Kelik berusaha membangunkan, namun tidak ada respon. Sekira 5 menit kemudian, korban justru terjatuh dari kursi ke aspal depan warung murah dengan posisi telentang sambil memegang bagian perut dan berguling-guling.

Selanjutnya korban berpindah tempat ke garasi dan tidur lagi. Sekira pukul 07.00, karyawan SPBU Hermawan melihat korban terbaring di depan garasi Bakpia Kencana. Namun saat diajak komunikasi, korban sudah tidak merespon.

Selanjutnya Hermawan memberikan kardus kepada korban untuk alas tidur. Setelah itu, dia memberitahu saksi lainnya yakni Bagus Sebekti tukang menyeberangkan jalan di SPBU perihal tersebut.

Lalu Bagus menghampiri korban di garasi Bakpia Kencana dan mendapati korban sedang berjongkok sambil berpegangan pada tiang penyangga bangunan. Oleh Bagus, korban diminta untuk bangun dan diajak komunikasi tapi korban hanya berdiri tidak merespon.

Baca juga:  Bandar dan Penjudi Koprok Dibekuk

Sekitar pukul 08.15, pegawai SPBU Suhatmaka dan karyawan RM Muhammad Irfan mengecek saluran air belakang garasi, karena air mati. Saat itu masih menemukan korban yang posisinya duduk di atas tumpukan ban dengan kondisi masih sadar.

Pukul 09.00, Bagus kembali ke garasi belakang untuk memastikan keadaan korban, namun korban sudah dalam kondisi telentang tidak bergerak dan tidak bernafas. Setelah dicek nadi korban, tidak ada denyutnya.

“Dari hasil pengecekan kondisi luar korban oleh dr Susi dari Puskesmas Salam tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun kemaluan korban mengeluarkan sperma,” kata Alfan.

Informasi yang didapat petugas dari pihak keluarga, korban sudah berhenti bekerja sejak tiga bulan lalu karena tempatnya bekerja bangkrut. Kala itu, korban bekerja di home industry konveksi di Pekalongan.

Baca juga:  Seribu Warga Ketep Divaksin

Korban pamit pergi sejak Selasa (16/11) bersama dua temannya yang tidak dikenal oleh keluarga. Bilangnya mau ke Yogyakarta. “Informasi dari keluarga korban memiliki riwayat penyakit asma. Apabila kedinginan, asmanya suka kambuh. Dalam hal ini keluarga menerima kematian korban serta bersedia membuat pernyataan tidak dilakukan otopsi,” pungkas Alfan. (rfk/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya