alexametrics

Ngeri, Korban Dukun Pengganda Uang di Magelang Ternyata 4 Orang, Polisi: Semoga Sudah Tidak Ada Korban Lagi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Korban pembunuhan dukun IS, kini menjadi empat orang. Setelah sang dukun mengaku pernah melakukan pembunuhan dengan cara yang sama pada bulan Mei 2020. Korban adalah Mu’arif, 52, wiraswasta yang juga warga Sutopati, Kajoran, Magelang.

Kapolres Magelang, AKBP M. Sajarod Zakun menuturkan, untuk motif korban dalam melakukan pembunuhan sama. Yakni untuk menguasai uang dengan cara meracuni korbannya menggunakan apotas.

“Ada fakta baru, yakni dari tersangka menjelaskan bahwa korban pertama adalah Mu’arif warga Sutopati, Kajoran,” ujar Sajarod, Senin (22/11/2021).

Baca Juga: Korban Pembunuhan Dukun Pengganda Uang di Magelang Bertambah Satu Orang, Begini Kronologinya

Ia menjelaskan, pembunuhan dilakukan, setelah Mu’arif datang ke rumah dukun IS pada hari Kamis, 14 Mei 2020. Korban datang sendirian sekitar pukul 20.00. Untuk minta didoakan supaya uangnya bisa bertambah.

Baca juga:  Pengunjung Melonjak, Prokes Diperketat

Korban meminta didoakan oleh dukun IS karena saat itu sedang mengalami kesulitan ekonomi. Saat datang ke dukun IS,  korban membawa uang Rp 3 juta. Agar bisa berlipat ganda, korban disuruh untuk meminum air yang diberikan oleh tersangka dukun IS. “Oleh tersangka air tersebut dicampur potasium yang mengandung sianida,” jelas Sajarod.

Air tersebut dimasukan ke dalam plastik bening. Dukun IS meminta kepada korban agar air tersebut diminum saat perjalanan pulang. Saat meminum tidak boleh diketahui oleh orang lain.

“Diduga cairan tersebut diminum di perjalanan, karena korban ditemukan warga sekitar keesokan harinya. Yakni pada Jumat (15/5/2020) di jalan.  Dengan kondisi tergeletak dan sudah meninggal,” jelasnya.

Baca juga:  Penderita Skizofrenia Harus Diobati Medis

Baca Juga: Kronologi Tewasnya Dua Pedagang Sayur di Magelang yang Diracun Dukun Pengganda Uang

Saat itu Polisi dan pihak Puskesmas Kajoran langsung melakukan pemeriksaan. Untuk mengetahui apakah ada unsur kesengajaan atau tanda penganiayaan terhadap korban.

Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Keluarga pun meminta segera dimakamkan. Sehingga tidak dilakukan otopsi.

“Saat ini untuk proses tetap kita kembangkan, namun mudah-mudahan sudah tidak ada lagi korban-korban yang berjatuhan. Pembunuhan pada keempat korban dilakukan pada tiga kejadian dan waktu yang berbeda,” pungkas Sajarod.

Sebelumnya diberitakan, tersangka IS juga pernah melakukan pembunuhan dengan cara yang sama menggunakan yaitu menggunakan racun apotas di akhir tahun 2020 lalu. Korbannya yakni Suroto 63, warga Moyudan, Sleman, Jogjakarta.

Baca juga:  Tiga PDP Korona Dirawat di RSUD Tidar, Satu di Antaranya Baru Pulang dari Italia

Baca Juga: Sadis! Dukun Pengganda Uang di Magelang Bunuh Korbannya dengan Racun Sianida

Hal itu terungkap setelah pihak Satreskrim Polres Magelang mendapat informasi dari warga sekitar. Bahwa di akhir 2020  pernah ada warga yang meninggal selepas berkunjung ke rumah dukun IS.

Dua korban lainnya yaitu Lasman, 31, dan Wasdiyanto, 38, keduanya warga Dusun Marongan, Desa Sukomakmur, Kajoran. Kedua korban berprofesi sebagai pedagang sayur yang ditemukan tewas di dalam mobil di Dusun Sukoyoso, Desa Sukomakmur, Kajoran, Rabu (10/11) malam. (man/bas) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya