alexametrics

KPP Pratama Magelang Blokir dan Sita Rekening Warga yang Tunggak Pajak Rp 16 M

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang — Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah II melalui Juru Sita Pajak Negara (JSPN) Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Magelang memblokir dan menyita rekening penunggak pajak berinisial N. Pemblokiran ini dilakukan pada dua bank yang ada di Kota Magelang terhitung mulai 8 November 2021.

Ketegasan ini buntut dari utang pajak atas Surat Ketetapan Pajak Tahun 2020 sebesar Rp 16 miliar oleh yang bersangkutan. Seluruh aset di rekening N yang disita mencapai Rp 2,5 miliar.

Kepala KPP Pratama Magelang Sugiyarto menjelaskan, pemblokiran yang dilanjutkan dengan penyitaan merupakan hal yang biasa dilakukan Kantor Pajak. Hal ini tidak menyalahi aturan. “Ini sangat lumrah, karena DJP punya kewenangan yang diatur oleh undang-undang yang bersifat memaksa,” tegas Sugiyarto, kemarin.

Baca juga:  Cepat Tertangani, Cedera Mata Maiza Sembuh

Dia menyebut, pelaksanaan pemblokiran rekening itu dihadiri banyak pihak. Kepala Seksi Pemeriksaan Penilaian dan Penagihan, JSPN, dan dua orang saksi. Kegiatan ini sah dan dibuktikan dengan penandatanganan berita acara pelaksanaan sita (BASP) oleh JSPN.

Sebelum mengambil langkah tegas ini, kata dia, N telah diberikan tenggat waktu untuk melunasi tunggakan pajaknya. Namun sampai batas waktu habis, N belum juga menyelesaikan utang pajak sesuai yang tercantum dalam SKP.

“Apabila lewat waktu 14 hari sejak tanggal pelaksanaan penyitaan, penanggung pajak belum melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak, maka akan dilakukan pemindahbukuan dari rekening WP ke kas negara sebagai akhir tindakan Surat Perintah Melakukan Penyitaan (SPMP),” paparnya.

Baca juga:  Perpustakaan Umum Kota Magelang Mulai Buka, Pengunjung Dibatasi 50 Orang Tiap Shift

Dia berharap, langkah tegas ini memberikan efek jera kepada WP lain yang tidak memenuhi kewajiban, maupun yang masih menunggak pajak. Agar kedepan memiliki kesadaran untuk patuh secara sukarela.

“Kita dorong WP segera memenuhi kewajiban perpajakannya, karena pemblokiran dan penyitaan rekening penunggak pajak ditujukan untuk memberi rasa keadilan  bagi masyarakat pembayar pajak yang telah patuh,” jelasnya. (put/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya