alexametrics

Desa-desa Terdampak Pembangunan Tol Jogja-Bawen belum Dapat Kepastian

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Proses konstruksi proyek tol Jogja-Bawen awalnya direncanakan mulai Agustus 2021. Namun hingga kini, desa-desa yang terdampak pembangunan belum mendapat kepastian. Di antaranya Desa Pabelan dan Bojong, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

Kepala Desa Pabelan Wahyudin mengatakan,  pihaknya baru dua kali mendapat undangan pemberitahuan rencana proyek ini pada 2017 dan 2020. Sementara tahun ini belum ada progres lanjutan. “Desainnya sudah ada. Tapi kepastiannya belum ada,” ujar Wahyudin kepada Jawa Pos Radar Magelang, Senin (10/11/2021).

Hal senada disampaikan Kepala Desa Bojong Muhammad Gamal Syarifudin. Dia menjelaskan gambaran rencana proyek yang melintas di Bojong. Yakni mulai dari jarak 50-an meter di utara Balai Desa Bojong menuju Lapangan Bojong. “Di  lapangan itu ada wacana pembangunan flyover,” ujar Gamal.

Baca juga:  Pedagang Ingin Segera Kembali ke Pasar Kaliangkrik Baru

Kemudian berlanjut ke arah selatan. Sampai di simpang Palbapang. “Exit tol-nya di situ,” imbuhnya. Dusun-dusun yang akan terdampak, yakni Dusun Karanggondan, Purwosari, Bojong, dan Dendengan. Mayoritas berupa lahan persawahan.  “Tapi belum pasti,” ucapnya.

Gamal menuturkan, belum ada warga yang mempermasalahkan rencana proyek ini. Namun, mereka berharap mendapat ganti untung yang benar-benar menguntungkan jika tergusur.  Sementara dari kajian analisis dampak lingkungan (amdal), pihaknya berharap proyek ini tidak menutup akses jalan dan saluran air untuk pertanian.

“Pihak desa mendukung proyek ini. Harapannya bisa untuk meningkatkan perekomian nasional, termasuk desa,” bebernya.

Sementara di wilayah Desa Pancuranmas, Dusun Joho yang akan dilewati tol.

Namun sampai saat ini pihak desa belum bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat. “Kami belum bisa memberikan informasi kepada masyarakat, karena sampai saat ini belum ada pengukuran dari BPN. Jadi kami belum bisa memberikan informasi masyarakat sedetail mungkin,” ujar Kepala Desa Pancuranmas Yuni Puji Istiyono kepada wartawan koran ini Senin (11/10/2021).

Baca juga:  Ribuan Ikan Mati, Pencemaran Meluas Sampai Secanng

Yuni mengatakan alasan ini dilakukan agar tidak menimbulkan kegaduhan dan keresahan di masyarakat. Nantinya kalau sudah ada informasi pasti, pihaknya akan segera menyampaikan ke masayarakat.

Ia menjelaskan untuk sosialisasi sudah dilakukan dari Kementerian Pekerjaan Umum ke desa. Sosialisasi berupa informasi Pancuranmas akan dilewati proyek jalan tol. Lokasinya berbatasan dengan Desa Candiretno. (rhy/rfk/lis) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya