alexametrics

Perpustakaan Umum Kota Magelang Terbaik Kedua se-Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang Perpustakaan Umum Kota Magelang dinobatkan sebagai perpustakaan terbaik kedua dalam lomba perpustakaan umum kabupaten/kota di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Posisi pertama diraih Kabupaten Wonosobo, ketiga Kabupaten Magelang.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Kota Magelang Arif Barata Sakti baru sebulan menjabat kepala dinas di sini. Sementara visitasi lomba dilaksanakan tim juri sejak 21 Mei 2021 lalu. Pengumuman pemenang 12 Juni lalu.

“Jadi saya hanya membantu menerimakan saja. Penghargaan ini adalah perjuangan kepala dinas sebelumnya, Pak Isa Ashari dan teman-teman di perpustakaan,” tuturnya dengan bangga, kepada Jawa Pos Radar Magelang, ketika dihubungi.

Menurut dia, lomba perpustakaan umum daerah ini kompetitif. Banyak indikator penilaian yang ditentukan panitia provinsi. Di antaranya layanan perpustakaan, jumlah koleksi buku, sarpras, struktur organisasi, SDM.

Baca juga:  Layani Vaksin Usai Tarawih

Kemudian anggaran, promosi, pembinaan perpustakaan, kerjasama, dukungan pemerintah daerah, kegiatan transformasi dan atau perpustakaan berbasis inklusi sosial, sampai prestasi-prestasi yang pernah diraih perpustakaan.

“Kami memperoleh nilai 905 atau hanya selisih 9 poin dari Kabupaten Wonosobo, mereka dapat 914 poin. Sementara Kabupaten Magelang 851 poin,” terangnya.

Dirinya optimistis mampu mengejar juara pertama di tahun mendatang. Koleksi buku akan terus ditambah. Pada masa pandemi, ia berencana menambah koleksi tentang penanganan Covid-19, juga soal panduan penyintas Covid-19, dan sosialisasi pencegahannya,” jelasnya.

Selama PKKM level 3, pihaknya mulai membuka layanan. Tapi  ketat prokes. Ia tidak ingin muncul klaster baru. Layanan yang dibuka hanya untuk pendaftaran anggota baru, peminjaman dan pengembalian buku. Para pengunjung hanya diperbolehkan masuk sampai lobi perpustakaan.

Baca juga:  Bioskop dan Tempat Karaoke Tutup Lagi

Kemudian petugas perpustakaan yang akan mencarikan dan mengambilkan buku. Begitu juga saat pengembalian buku, langsung ditaruh dalam keranjang. “Setiap hari ada yang pinjam dan mengembalikan buku,” akunya.

Pembukaan layanan ini sebetulnya karena desakan dari para anggota aktif perpustakaan. Mereka sudah sangat rindu ingin membaca buku-buku perpustakaan.  Dirinya pun akan menggencarkan sosialisasi aplikasi peminjaman buku secara online melalui iMagelang. (put/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya