alexametrics

Begini Alur Mengubah Foto dan Mencantumkan Kepercayaan di E-KTP

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang — Perubahan elemen data pada Kartu Tanda Penduduk Eektronik (E-KTP) menjadi hal lumrah ketika pemiliknya juga mengalami perubahan status.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) akan memprosesnya apabila kriteria persyaratan terpenuhi. Saat ini layanan paling baru bisa mengubah foto.

Kepala Disdukcapil Kota Magelang Larsita menjelaskan, perubahan yang dimaksud apabila sebelumnya tidak berjilbab, kemudian menjadi berjilbab. Atau sebaliknya. Bisa juga karena gambar foto rusak. “Itu sangat bisa dilakukan,” ujar Larsita pekan lalu.

Menurut dia, Disdukcapil tidak punya hak memaksa untuk mempertahankan foto seperti kali pertama atau mengubahnya. Semua pilihan itu ada pada diri yang bersangkutan.

“Itu keyakinan pemohon. Jadi kalau memang mau diubah, kita tidak melarang, tetap kita layani,” tandas dia.

Baca juga:  Pembelajaran Tatap Muka, Siswa Boleh Berpakaian Bebas

Mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang itu mengimbuhkan, ubah data yang bisa dilayani lagi adalah pada kolom agama.

Warga penghayat kepercayaan bisa mengajukan perubahan, jika sebelumnya tertera nama salah satu agama. “Misalnya sebelumnya ada agama, sekarang menganut kepercayaan tertentu, boleh diubah,” ucapnya.

Meski sudah diizinkan mengubah foto dan mencantumkan kepercayaan pada kolom agama, Larsita belum pernah menerima permohonan itu dari warga Kota Magelang. “Sampai sekarang belum ada yang mengajukan,” imbuhnya.

Selain itu, soal perubahan pada kolom nama. Yakni nama baptis, maupun nama Jawa. Disdukcapil siap melayani. Syaratnya pemohon wajib mengisi formulir surat pernyataan tanggungjawab mutlak (SPTM).

Baca juga:  Tunggu Sertifikasi Padi Sri Mulyo

Bahwa kebenaran data kelahiran yang diberikan menjadi tanggungjawab pemohon. “Karena konsekuensi nama berbeda itu banyak,” jelasnya.

Warga Kota Magelang Yosefina Retno Untari, 39, mengaku tidak mencantumkan nama baptis di KTP-el. Bahkan di Akta Kelahirannya pun tak ada.

“Saya dibaptis saat usia empat bulan, setelah Akta Kelahiran terbit. Jadi, semua dokumen administrasi kependudukan (adminduk) tidak ada nama baptis saya,” ujarnya.

Dia juga tidak berencana memasukkan nama baptis di kolom nama. Menurut dia, hal itu akan menyulitkannya ketika ada perbedaan nama dengan dokumen-dokumen penting yang dimiliki sebelumnya. (put/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya