alexametrics

Komunitas Hijrah Ini Setiap Minggu Berkeliling untuk Hapus Tato Gratis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Khilmi Irsyadul Fauzin membentuk komunitas hijrah yang memfasilitasi hapus tato gratis bagi mereka yang ingin bertaubat. Minggu ini, 25 peserta datang ke Masjid Al Munawaroh Salatiga untuk menghapus tato.

Mereka juga dibekali ilmu dasar ibadah amaliyah agar istiqomah dalam berhijrah. Awalnya Khilmi memulai gerakan sukarela itu di Surakarta bersama teman-temannya.

Setiap minggu ia dan komunitasnya berkeliling untuk menggelar hapus tato gratis. Mereka yang ingin bertaubat atau berhijrah bisa datang dan cukup mendaftar. Karena ia tak memungut biaya sepeser pun untuk hal itu.

Dalam sekali event, ia bisa menghapus tato sampai 50 orang. Melihat animo peserta yang terus berdatangan, ia terpikirkan untuk menggelar acara serupa di tempat tinggalnya, Salatiga. Dengan sukarela, ia membeli alat laser penghapus tato menggunakan uang pribadinya. Harga alat kisaran Rp 40 juta.

“Saya coba adakan di rumah. Eh ternyata rame terus,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Untuk menghapus tato paling tidak memerluka 4 kali laser. Sehingga peserta harus datang ke tempat Khilmi sebanyak 4 kali untuk membersihkan tubuhnya dari tato.

Baca juga:  Agus Tak Berdaya Menyaksikan Pabrik Ceripingnya Ludes Terbakar

Setiap minggu mereka datang sekali. Informasi menyebar dengan cepat. Kini, banyak peserta datang dari luar kota.

Khilmi pun kewalahan mengurus para peserta sendirian. Akhirnya ia mengajak takmir Masjid Al Munawwaroh yang tak jauh rumahnya. Gayung bersambut, ia mendapat respon sangat positif. Takmir bersedia membantu Khilmi untuk menjalankan misi dakwahnya. “Kalau sama takmir kan ada yang membantu peserta untuk mendapat bimbingan ibadah amaliyah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Takmir Al Munawaroh Nasirun memastikan bila metode hepus tato yang dilakukan Khilmi tidak menyakitkan.

Karena menurutnya, bila bertaubat harus menghapus tato dan justru menyakiti diri sendiri itu tidak dianjurkan agama. Khilmi pun menjelaskan bila rasa sakit tak lebih dari luka bakar ringan.

Selain itu, keinginan menghapus tato juga menunjukan keseriusan seseorang yang ingin bertaubat. Hanya saja tak banyak yang mampu menanggung biaya hapus tato yang cenderung mahal. Sehingga aksi tersebut betul-betul membantu mereka yang ingin berubah.

Baca juga:  PMI Salatiga Bagi-Bagi Masker

“Orang-orang bertato yang ingin taubat ini kan menanggung beban moral. Kadang masih dipandang sinis oleh masyarakat. Kadang keluarganya ikut dicap buruk, sampai sulit mendaftar haji. Kasihan mereka,” jelas Nasirun.

Atas dasar itulah aksi hapus tato yang dipelopori Khilmi kini mulai berkeliling masjid. Di Masjid Al Munawaroh merupakan ke-4 kalinya. Total Sekitar 140 orang peserta yang dihapus tatonya selama di Salatiga. Khilmi dibantu dua orang pelaser. Sedangkan urusan bimbingan keagamaan dipasrahkan kepada takmir.

Pada Minggu (19/9/2021) lalu, koran ini menemui salah seorang peserta asal Magelang. Dayat –sapaannya. Ia tiba di Salatiga pukul 24.00  malam. Bersama dua rekan yang menemaninya, ia mencari lokasi Masjid Al Munawaroh. Mereka pun bermalam di sana.

Lelaki berusia 21 tahun itu menyesali perbuatannya. Tato di wajah sebelah kirinya memang sangat jelas terlihat. Berbagai stigma negatif harus diterimanya. Ia mengaku terjerumus dalam lingkaran pertemanan yang tidak baik saat sempat bekerja di Jakarta.

Akhirnya Dayat mencari info hapus tato gratis. Ia merasa lega saat mendapat kontak Khilmi dari temannya. Ia juga sudah menunjukan keseriusannya bertaubat. Ia ikut berjamaah di masjid. Pakaianya sopan. Mengenakan sarung, baju koko, dan kopyah layaknya santri. Ia ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Baca juga:  Warga Sekitar TPSA Banyuurip Diganggu Serbuan Lalat

“Saya pengin solatnya diterima dan tidak dipandang sinis oleh orang lain,” kata Dayat.

Selain dirinya, belasan orang datang dari luar daerah untuk misi hijrah itu. Baik dari Wonogini, Purworejo, Semarang. Beberapa diantaranya juga perempuan yang kini sudah berhijab. Khilmi berharap ke depannya, ia punya tim laser dari perempuan agar bisa membantu peserta perempuan.

Saat ini tim yang baru dirintis di Salatiga baru beranggotakan 10 orang. Dengan jumlah relawan seadanya Ia merancang rencana keliling masjid. 1 Oktober mendatang, ia menjadwalkan penghapusan tato di Kabupaten Ungaran.

Pihaknya juga baru mengelola akun media sosial Instagram @hijrah_hapus_tato. Belum banyak postingan yang ditampilkan. Namun ia berencana memperbaiki media tersebut. “Mudah-mudahan bermanfaat untuk umat,” pungkasnya. (taf/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya