alexametrics

Wajibkan Anaknya Nyales di Perusahaan, Sebelum Teruskan Usaha

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Usaha yang dirintis Slamet Ragil akan diteruskan oleh anaknya, Rio. Namun, sebelumnya, ia mewajibkan anaknya untuk bekerja di perusahaan besar. Menjadi sales seperti dirinya. Agar kelak, memiliki ilmu yang bisa diterapkan dalam mengelola usaha. Menurut dia, menjadi sales akan menimba ilmu dan pengalaman dalam mengelola usaha.

Usaha kuliner tidak hanya menjual menu makanan dan minuman, tapi juga menjual jasa. “Jadi sales itu banyak tantangan. Rio harus belajar disiplin, belajar meyakinkan orang, pantang menyerah. Harus merasakan dimaki-maki orang biar mentalnya kuat,” ucapnya bersemangat.

Dia ingat awal-awal menjadi sales, membawa barang menggunakan kerombong ditawarkan ke sana-sini. Sampai akhirnya menjadi supervisi. Suatu ketika, Rio mampir ke warung, membawa barang sangat banyak ditaruh dalam kerombong. Kanan dan kiri, di kedua sisi jok motor. “Saya trenyuh melihat itu. Kok seperti saya zaman dulu,” kenangnya.

Baca juga:  Siapkan Skill di Era Industri 4.0

Ia bangga melihat anaknya. Slamet juga tidak malu anaknya bekerja sebagai sales. Sementara dirinya merupakan pemilik usaha kuliner dengan 143 cabang tersebar di seluruh Indonesia.

Ia menghitung, sudah dua tahun Rio bekerja di luar. Dia akan menyuruh Rio berhenti bekerja, ketika sudah dianggap lulus. Lulus yang dimaksud adalah punya tanggung jawab, memiliki kemampuan mengelola usaha, dan berkomitmen tinggi.

“Belajar itu memang harus dari nol. Kalau mau sukses harus serius, fokus, dan totalitas. Manajer-manajer perusahaan yang andal itu juga dari sales. Kalau belajar dari bawah, saat jadi pemimpin di tempat usaha, nggak gampang diapusi karyawan,” ujarnya meringis.

Predikat lulus lain adalah dari tingkat religiusitas. Bagi dia, ini paling penting. “Kalau dia (Rio, Red) menjalani agamanya sudah baik, baru saya serahkan. Kalau belum, takutnya dia keblinger. Jangan sampai setelah punya uang banyak, lupa dengan tujuan kita berbisnis,” tandasnya.

Baca juga:  Prodia Berikan Keringanan Biaya Periksa

Sebab, usaha yang dibangunnya ini untuk tujuan baik. Dengan model kemitraan tanpa royalti fee, ia ingin mitranya memiliki keuntungan yang lebih. Sehingga ringan dalam berbagi kepada orang-orang yang kurang beruntung, di lingkungan sekitar usaha.

“Saya punya perjanjian dengan mitra. Silakan mereka pakai nama saya seumur hidup. Kalau sudah sukses, nggak usah ngasih saya apa-apa. Tapi saya minta tolong, sisihkan keuntungan usaha untuk kepada yatim, piatu, dan kaum duafa lainnya. Itu perjanjiannya,” pungkasnya. (put/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya