alexametrics

Kupat Tahunya Pernah Disajikan untuk Presiden Jokowi, Semua Bahan Dites Secara Mendadak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Slamet Riyanto yang akrab disapa Slamet Ragil memiliki trik khusus. Menurutnya  keberhasilan tidak luput dari usaha kerasnya. Namun ada hal-hal lain yang juga menjadi penentu keberhasilan. Yakni hubungan dengan orang tua dan Tuhan.

Ia meyakini hubungan yang baik dengan orang tua terutama ibu akan sangat menentukan kesuksesan seseorang. Begitu dengan Tuhan. “Kalau usaha mau jalan, kita harus berbakti kepada orang tua. Terutama ibu. Kalau hubungan dengan ibu tidak baik, usaha itu pasti terseok-seok,” ungkapnya.

Selain itu, memperbaiki hubungan dengan Tuhan dengan menjalankan ibadah. “Jujur adalah bagian dari ibadah,” tandasnya.

Upaya-upaya itu selalu dijalankan dalam mengelola usaha. Sehingga kini ia memetik hasilnya. Karena usahanya di bidang makanan, Slamet juga konsen terhadap bahan-bahannya.  Dia selalu menggunakan bahan-bahan berkualitas. Juga tidak memakai penglaris atau semacam jimat. “Saya percaya rezeki itu sudah di atur Allah. Kadang ramai, kadang sepi, justru seninya bisnis itu ya di situ.”

Suatu ketika, dia didatangi calon pembeli. Langsung menanyakan apakah dia menggunakan penglaris atau tidak. Kemudian ada satu orang lain lagi turun dalam mobil yang memesan makanan. Ternyata hanya mengecek. “Yang lagi makan itu langsung ngasih kode. Aman, aman, aman,” ucapnya sambil memperagakan tangan memberi aba-aba.

Tidak disangka, semua orang di dalam mobil turun dan memesan makanan. “Jadi anak yang makan pertama itu indigo atau apa ya, saya agak lupa. Kalau makan di warung yang pakai penglaris, dia langsung muntah,” tuturnya yang mengaku masih terheran-heran dengan kejadian itu.

Pengalaman lain, ketika dia digandeng oleh sebuah usaha katering besar. Menu kupat tahunya akan disajikan untuk Presiden Jokowi dan pejabat-pejabat penting. Semua bahan-bahannya dites secara mendadak oleh tim dari presiden.

“Ada tiga sampai lima orang makan menu kupat tahu saya. Kemudian menunggu selama satu jam di tempat duduk itu untuk melihat ada reaksi atau tidak,” ungkapnya. Begitu bahan-bahannya dinyatakan aman, dia mendapat pesanan yang sangat banyak. Dari pengalaman itu, ia mengambil hikmah. Bahwa tidak ada yang sia-sia dengan kejujuran. (put/lis)

 

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya