alexametrics

Slamet Riyanto, Mantan Sales Jadi Juragan Soto dan Kupat Tahu Gimbal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Serius dalam menjalani sesuatu, sukses mengantarkan Slamet Riyanto menjadi pengusaha kuliner di Magelang. Menu andalannya soto ayam Semarang, kupat tahu Magelang, dan kupat tahu gimbal. Sekarang punya 143 cabang di seluruh Indonesia. Model kemitraannya unik. Berlaku seumur hidup. Tanpa royalty fee.

Mengaku sebagai mantan sales, nasib Slamet Riyanto berubah sejak merintis usaha kuliner, 1 April 2007. Saat itu, dia berusia 48 tahun. Sedang menjabat sebagai supervisi. Ia berspekulasi. Ingin keluar dari zona nyaman.

Awalnya, karena ingat pesan sang ibu. Jika ingin punya uang lebih, harus berwirausaha. Kalau hanya menjadi pekerja dan ikut orang, kehidupannya tidak akan banyak yang berubah. “Posisi saya saat itu sudah 20 tahun ikut orang,” aku Slamet di temui Rabu, (15/9) sore lalu.

Baca juga:  Raih Perunggu di Ajang Motion

Ucapan ibunya, menjadi pelecut. Slamet meniatkan diri menjadi pengusaha kuliner. Mengikuti jejak ayah dan ibu yang sudah lebih dulu berjualan soto khas Semarang, di Pasar Dargo, Semarang. Nama warungnya Soto Pak Lempeng.

Pertimbangan lain, merasakan beratnya selama menjadi sales dan supervisi. Jika tidak memenuhi omzet 80 persen dari target, bonusnya tidak cair. Hidup hanya mengandalkan gaji. Dia mengistilahkan dulunya seperti simatupang. Alias siang malam tunggu panggilan.

“Tiap hari, tiap jam ditanya sudah dapat omzet berapa? Apalagi kalau saya tidak produktif, mungkin lama-lama akan dibuang. Saya toto-toto,” akunya.

Meski sudah mengutarakan niat ingin berjualan soto, rupanya tidak membuat ibunya langsung yakin. Sang ibu masih enggan membagi resep soto. Tapi berjanji akan memberikan resep itu, jika dia mengajak istrinya, Wiwi Waryanti.

Baca juga:  Bagikan Sepeda untuk Transportasi Sekolah

“Ibu ingin, ketika saya punya usaha, harus didukung istri saya. Maka setelah kami sowan lagi ke ibu, resep itu baru diberikan,” terangnya. Bisnis jualan soto pun dimulai. Ia mengontrak sebuah warung kecil di pinggir jalan.

Tepatnya di Jalan Jogjakarta-Magelang, Blabak, Mungkid, Kabupaten Magelang. Sebulan penuh berjualan soto. Kemudian atas saran pengujung, ia menambah menu kupat tahu khas Blabak yang berasa sangat manis. Kemudian belajar membuat kupat tahu khas Magelang, dengan rasa manis sedang.

Dia juga berinovasi makanan. Membuat menu kupat tahu gimbal. Persilangan antara kupat tahu Magelang dengan tahu gimbal berciri khas bakwan udang. Sebagai pembeda, kuahnya dicampur petis. Rasanya menjadi lezat. Bahan-bahannya lengkap. Ada lontong, tahu, dan bakwan udang tersaji dalam satu piring.

Baca juga:  Bikin Gemas, Anak-Anak Antusias Menari Meriahkan Imlek

“Pertama usaha di bantu saudara, dan dua karyawan. Tapi baru tiga bulan jalan, omzetnya besar sekali,” ungkapnya.

Dia kaget. Hasil penjualannya melebihi gaji dan bonus yang didapatkan dari kantor. Dia ingin terjun langsung mengelolanya. Bapak empat anak ini mengundurkan diri dari perusahaan. “Dugaan saya benar. Baru satu tahun, saya sudah bisa membeli tanah dan warung yang saat ini tempati,” bebernya. (put/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya