alexametrics


Tahun 2022 Pemkot Magelang Coba Pakai SIPD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang berkomitmen menjaga reputasi laporan keuangan yang mendapat predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Apalagi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah memberikannya lima kali berturut-turut sejak 2016-2020.

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz berharap tidak hanya mempertahankan saja. Tapi juga meningkatkan prestasi yang sudah baik itu. Muaranya adalah pelayanan yang memuaskan bagi masyarakat.

“Saya harap, penghargaan ini membuat birokrasi pemkot semakin maju dan cermat,” aku dia usai acara rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah tahun 2021 secara daring, di Command Center, Selasa (14/9/2021).

Kabid Akuntansi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang Riana Devy menjelaskan, WTP merupakan audit tertinggi dari BPK, terkait pengelolaan keuangan di kementerian/lembaga negara/pemerintah daerah.

Opini WTP didapatkan jika laporan keuangan dianggap sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku dan bebas dari salah saji material.

Di Jateng, kata dia, ada 25 kota/kabupaten yang meraih WTP. Masing-masing daerah pasti mendapat catatan dari BPK. “WTP bukan berarti nggak punya pekerjaan rumah (PR) lho,” ungkapnya.

Kota Magelang mendapat catatan terkait aset-aset yang harus ditindaklanjuti. Tidak hanya soal aset dengan Akademi TNI. Tapi juga aset lainnya.

Kata dia, tantangan ke depan adalah mempertahankan prestasi itu. Tahun 2022, pemkot mencoba laporan keuangan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), dari Kemendagri.

Dia mengaku masih menghadapi kendala menggunakan SIPD pada laporan keuangan 2021. Proses  penatausahaan pada aplikasi itu belum rampung. Karena itu pemkot memakai aplikasi lama, Sistem Informasi Manajemen Daerah (Simda). (put/lis)

 

 

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya