alexametrics

Pejabat Tak Mampu Kuasai Renstra, Diminta Mundur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Kepala dinas dituntut menguasai rencana strategis (renstra) perangkat daerah. Hal itu penting digunakan dalam mendukung performa kinerja pemerintahan.

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz bahkan mengatakan jika ada pejabat tidak mampu menguasai renstra, diminta mundur. Ia juga mengajak jajarannya tidak takut menggunakan anggaran, asal sesuai RPJMD.

“Saya tidak akan meninggalkan panjenengan (kalian),” kata dokter Aziz pada pembukaan pendampindan penyusunam renstra perangkat daerah, di ruang Adipura Kencana, Kamis (9/9/2021).

Dirinya menargetkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Kota Magelang mendapat penilaian A pada 2024 mendatang. Nilai A, kata Aziz, menandakan SAKIP berjalan paripurna. “Kalau bisa begitu, kita akan menerima hadiah dari pemerintah pusat berupa dana insentif daerah (DID),” ujarnya.

Ia berencana menggelar diskusi sebulan sekali untuk membahas SAKIP. “Kepala OPD harus tahu apa yang dikerjakan, mulai dari renstra, renja sampai RKA.  Meskipun Rp 1 harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang Handini Rahayu memaparkan, renstra perangkat daerah merupakan penjabaran perencanaan pembangunan yang diampu oleh OPD, sesuai kewenangannya. Berpedoman pada RPJMD.

Sebagaimana amanat pasal 123 ayat (2) Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 disebutkan, penetapan renstra perangkat daerah dengan perkada paling lambat satu bulan setelah perda tentang RPJMD ditetapkan.

Dalam acara ini, pemateri pendampingan penyusunan restra disampaikan para pakar dari Universitas Brawijaya, Dr Mujibur Rahman Khairul Muluk dan Oscar Radyan Danar. (put/lis)

 

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya