alexametrics

Jumlah Penumpang Bus Turun 40 Persen Selama PPKM

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Penerapan PPKM darurat berdampak pada operasional angkutan darat. Tidak terkecuali di Terminal Tidar Magelang. Meski Kota Magelang masih berada di level 4, terminal bus tipe A yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta ini masih tetap beroperasi.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tidar Kota Magelang Joko Purnomo mengatakan sejak diberlakukan pengetatan 3 Juli lalu sampai saat ini terjadi penurunan jumlah penumpang maupun armada yang masuk ke terminal. Penurunannya sekitar 40 persen dibandingkan sebelum adanya PPKM darurat dan PPKM level 4.

“Sebelum adanya PPKM saat ini untuk jumlah penumpang bus AKAP yang naik dari terminal sekitar 350 penumpang. Saat PPKM Jawa Bali ini, penumpang yang berangkat paling sekitar 209 orang,” jelas Joko saat dihubungi wartawan koran ini Rabu (1/9/2021).

Baca juga:  Rintis Toko Oleh-Oleh Endang Jaya Istana dengan Slogan Satu Cinta Satu Usaha

Joko menyebut, penurunan jumlah penumpang juga bersamaan dengan menurunnya jumlah armada bus yang datang dan berangkat. Sebab, rata-rata bus yang datang dan berangkat pada Juli sampai Agustus 2021 sehari sekitar 88 bus AKAP dan 69 bus AKDP.

Joko menjelaskan selama PPKM ini pengoperasian terminal tipe A di masa PPKM Darurat mengacu SE Menteri Perhubungan No.43/2021 tentang pembatasan angkutan dalam masa Covid-19. Namun demikian ada sejumlah kriteria persyaratan yang harus dipenuhi kru armada bus maupun calon penumpang.

Di antaranya, harus memiliki sertifikat atau bukti vaksinasi tahap pertama atau surat rapid test antigen yang sampelnya diambil 1 x 24 jam maupun swab PCR dengan hasil negatif yang sampelnya diambil 2 x 24 jam. Kebijakan itu kata Joko diberlakukan bagi calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang melakukan perjalanan jarak jauh lebih 250 km. Seperti ke Bandung, Jakarta, Bali, maupun ke antarpulau wajib membawa.

Baca juga:  Wali Kota Magelang Siap Jadi Konsultan Kesehatan

“Sedangkan untuk masyarakat yang ingin melakukan pemberangkatan di sekitar Jawa Tengah tidak dikenakan persyaratan itu. Hanya kita perketat penerapan protokol kesehatannya. Namun alangkah lebih baik, calon penumpang tetap membawa untuk berjaga-jaga di jalan. Serta diusahakan sudah mempunyai aplikasi peduli lindungi,” ujarnya.

Pihaknya telah menginstruksikan personel untuk rutin melakukan pengecekan setiap kali ada bus utamanya AKAP bahkan bus AKDP yang masuk dan akan keluar ke terminal. Jika ada calon penumpang maupun kru awak kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan akan dilakukan penindakan. (rfk/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya