alexametrics

Siapkan Diri Hadapi Pekerjaan Baru

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan era pekerjaan baru. Dahulu belum pernah ada, kini mulai bermunculan salah satunya jual beli online. Hal itu diungkapkan Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin dalam sambutan kuliah umum yang diikuti 2.940 mahasiswa baru tahun 2021 melalui Zoom meeting ditayangkan live streaming dari kanal YouTube Untidar Sabtu (28/8/2021).

“Saat ini kemajuan teknologi dan infrastruktur sudah masuk ke pedesaan. Kini tinggal mahasiswa sekaligus generasi penerus bangsa untuk menggerakkan roda perekonomian pedesaan dengan berbagai ide dan inovasi,” ujarnya.

Arifin menambahkan saat ini ketimpangan desa dan kota itu masih ada. Kehadiran teknologi dan infrastruktur memerlukan SDM unggul untuk dapat menggerakkan roda perekonomian desa dengan mempertimbangkan potensi masing-masing wilayah.

Baca juga:  Jalur Sepeda Kota Magelang Ditambah

“Berdagang atau wirausaha sekarang sudah bisa dilaksanakan di rumah. Hasil pertanian yang ada di pedesaan dapat dipasarkan via online misalnya,” tambahnya dalam kuliah umum bertema mahasiswa sebagai generasi muda unggul dalam membangun desa dan daerah tertinggal.

Sementara itu, pemateri Prof. Nizam, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menjelaskan dampak revolusi industri 4.0 salah satunya adalah peluang penciptaan lapangan kerja baru di Indonesia. Sebanyak 23 juta pekerjaan akan digantikan oleh automation hingga 2030.

Kondisi ini berpeluang menghasilkan 27 sampai 46 juta pekerjaan baru yang 10 juta di antaranya merupakan pekerjaan yang belum pernah ada. PTN harus berani keluar dari zona nyaman dengan menyiapkan skill dan kompetensi baru untuk setiap lulusannya.

Baca juga:  Sehari, ETLE Rekam Sepuluh Pelanggar

“Kita harus siap mengikuti perubahan era dunia kerja baru. Selembar ijazah tidak cukup untuk menjamin menghadapi dunia kerja pada saat lulus nanti,” jelas Prof. Nizam.

Ia menambahkan mahasiswa harus memiliki kompetensi adaptive, agile learners, self directed, entrepreneur, complex problem solver, digital literacy, multi-disciplinary, dan global citizenship. Softskill tidak bisa didapatkan di dalam ruang kuliah maka program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dimunculkan. (rfk/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya