alexametrics

Setiap Dua Gerobak PKL, Hanya Boleh Ada Satu Set Meja Kursi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 jilid kedua mulai diberlakukan di Kota Magelang. Berdasarkan pantauan wartawan Jawa Pos Radar Magelang di Pusat Kuliner Tuin Van Java (TVJ) Kota Magelang dari pukul 08.00 meja dan kursi sudah mulai ditata dengan tetap memberikan jarak. Selain di TVJ, di kuliner Taman Badaan Magelang juga sudah terlihat fasilitas tempat untuk makan.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Catur Budi Fajar Soemarmo mengatakan penyediaan fasilitas makan di tempat ini tetap dibatasi. Setiap dua gerobak atau dua PKL di selter kuliner, maksimal hanya boleh menyediakan satu set meja dan kursi.

Baca juga:  Untidar Siapkan Lima Lokasi Ujian

“Harapannya meskipun boleh makan di tempat tapi tidak banyak-banyak. Diutamakan tetap take away. Kalaupun mau makan di situ harus dibatasi tidak boleh lebih dari 50 persen dari kapasitas,” ujarnya kepada wartawan koran ini Senin (26/7/2021).

Catur menjelaskan peraturan di PPKM level 4 jilid kedua yang dilaksanakan 26 Juli sampai 2 Agustus terdapat kelonggaran. Salah satunya, selter PKL boleh dine in, asalkan dibatasi 50 persen dan maksimal makan 20 menit. Pihaknya langsung menyosialisasikan kebijakan baru ini kepada seluruh PKL, warung kelontong, warung makan, dan tempat lainnya yang berada di bawah naungan Disperindag Kota Magelang.

“Terkait teknisnya kami sampaikan bahwa maksimal jam kunjungan 20 menit. Kemudian batas operasional waktu sampai pukul 21.00,” jelasnya.

Baca juga:  Siasati Praktik Industri saat Pandemi Covid-19

Selama PPKM darurat dan PPKM level 4, Disperindag gencar memberikan bantuan kepada PKL maupun pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak. Bantuan pangan itu dari APBD Kota Magelang dan CSR.

“Untuk PKL sudah kami salurkan ada 400 paket sembako. Terdiri dari beras, minyak, kecap, mi instan, dan lain sebagainya. Bantuan ini terselenggara berkat kerja sama dengan Indomarco dan HK,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Tuin van Java Sugiarto mengaku akan selalu mematuhi aturan yang dikeluarkan pemerintah kota. Ia menambahkan selama PPKM berlangsung sampai saat ini masih banyak pedagang yang memilih libur. Untuk di TVJ, sampai saat ini meskipun sudah ada pelonggaran hanya 13 pedagang yang baru berjualan di sif pagi.

Baca juga:  Gubernur Akmil: Jangan Sok Hebat, karena Covid-19 Ini Ada

“Untuk mengarah ke sistem digital kami belum mampu. Supaya terhindar dari kerugian, sebagian pedagang memilih tutup sementara waktu,” ujarnya.

Dia bersyukur pemerintah mulai melonggarkan aturan. Para PKL sudah diperbolehkan menyediakan meja dan kursi untuk fasilitas makan di tempat. Ia berharap dengan pelonggaran ini roda ekonomi para pedagang bisa kembali berjalan. (rfk/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya