alexametrics

Penjualan Turun, Green Bean Disimpan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang Pemberlakuan PPKM darurat dan level 4 berpengaruh terhadap penjualan kopi bagi petani di Magelang. Permintaan dari berbagai kedai kopi pun menurun, karena adanya pembatasan jam operasional. Penjualan kopi dari petani turun sampai 40 persen.

“Dua minggu terakhir penjualan kopi menurun. Karena permintaan para pemilik kedai tidak seperti biasa. Diakibatkan adanya pembatasan jam buka dan aturan untuk take away,” jelas Rinto, petani kopi Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Kata dia, sebelum adanya PPKM, dalam dua minggu bisa menjual 50 kilogram green bean kopi Arabika Kaliangkrik.

Namun saat ini hanya ia hanya bisa menjual 21 kilogram saja. Langganan kopi Rinto paling banyak adalah beberapa kedai kopi di Magelang serta Jogjakarta. Di samping itu juga ada kedai kopi di Jakarta dan Jawa Barat. “Para pemilik kedai kopi pada mengeluh sejak adanya PPKM. Sehingga mereka tidak berani ambil kopi banyak,” katanya.

Baca juga:  Dari Zona Hijau, Magelang Kembali ke Merah

Karena sepinya permintaan, Rinto pun untuk sementara waktu menyimpan green bean kopinya terlebih dahulu. Menunggu permintaan kembali normal. “Untuk sementara waktu 50 kilogram green bean kopi saya simpan karena tidak terjual bulan ini,” katanya.

Meski begitu ia bersyukur, untuk green bean kopi bisa tahan lama. Bisa disimpan 6 bulan sampai 1 tahun. Ia pun berharap tidak ada lagi perpanjang PPKM, agar penjualan kopi bisa kembali normal. “Menurutku memperpanjang PPKM bukan solusi yang terbaik. Karena PPKM saat ini dampaknya sangat terasa bagi para pelaku usaha,” ungkap Rinto. (man/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya