alexametrics

Aplikasi JOSS Tak Bantu RS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Stok oksigen menipis juga dialami RSU Syubbanul Wathon, Kabupaten Magelang. Komisaris Utama RSU Syubbanul Wathon KH Muhammad Yusuf Chudlori menceritakan betapa sulitnya mendapatkan oksigen untuk pasien Covid-19. Terutama di bulan Juli ini saat kasus Covid-19 meningkat.

“Saat awal-awal lonjakan kasus, kita pernah mengalami sampai kritis. Waktu itu, tinggal 5 jam oksigen habis. Dengan segala cara, saya lewat beberapa pintu mencoba mencari. Mulai dari Bandung, Gresik, bahkan hingga ke Markas Besar TNI Angkatan Udara (TNI AU) di Jakarta. Alhamdulillah dengan bantuan dari AU kami bisa mendapatkan 60 tabung oksigen,” jelasnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (22/7/2021).

Gus Yusuf –sapaan akrabnya – mengkritik aplikasi Jateng Oksigen Stock System (JOSS) yang dibuat Pemprov Jawa Tengah. Menurutnya aplikasi tersebut seharusnya dirasakan manfaatnya oleh rumah sakit di lapangan. Sejauh ini, katanya dari pihak rumah sakit hanya sebatas diminta mengisi data pada aplikasi itu, tapi tidak ada realisasinya.

Baca juga:  Belasan Warga Tegalrejo Dites Swab

Gus Yusuf menambahkan seharusnya satgas oksigen tidak hanya sebatas aplikasi-aplikasi. Rumah sakit diarahkan untuk mengisi di aplikasi. Namun praktik di lapangan, direktur-direktur rumah sakit dilepas. Berikhtiar sendiri mencari solusi.

“Jujur kemarin kita sampai berikhtiar mencari oksigen ke Bandung. Tiga hari yang lalu, kita dari Gresik dapat oksigen itu. Bisa kita suplai juga ke RS Merah Putih. Oksigen ini kita dapat CSR dari Pertamina, itu hasil upaya direktur-direktur sendiri,” jelasnya.

Pihaknya khawatir jika tidak ditangani dengan baik, obat-obatan juga akan menjadi barang langka di pasaran. Apalagi jika peningkatan terus berlanjut. Bisa menyebabkan obat-obatan semakin sulit. Gus Yusuf mengatakan saat ini untuk bed occupancy rate (BOR) RSU Syubbanul Wathon hampir selalu penuh. Bahkan pernah 100 persen. Sebagai antisipasi, rumah telah mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien Covid-19 yang belum dapat tertangani di IGD.

Baca juga:  Korban Pembunuhan Dukun Pengganda Uang di Magelang Bertambah Satu Orang, Begini Kronologinya

“Tenda ini sempat isi tiga sampai lima orang. Mereka menjadi waiting list, ketika dari atas sudah longgar atau ada kamar baru kami naikkan,” jelasnya. (rfk/lis)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya