alexametrics

PKL Tuin Van Java Banyak yang Tutup

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kota Magelang membuat pedagang kaki lima (PKL) di pusat kuliner Tuin Van Java (TVJ) Kota Magelang merugi. Banyak yang memilih tutup.

Berdasarkan pantauan wartawan Jawa Pos Radar Magelang pukul 10.00 hanya ada 12 pedagang di kuliner TVJ yang masih bertahan untuk berjualan di sif pagi. Sebagian PKL memutuskan tidak berjualan daripada menanggung rugi. Selain di TVJ, di kuliner Badakan juga banyak pedagang yang memilih tutup. Hanya ada tiga pedagang yang masih berjualan.

Salah satunya Luis Lazuardi pedagang ramesan di TVJ Kota Magelang yang masih tetap berjuang dan bertahan. Menurutnya kebijakan pemberlakuan PPKM darurat ini sangat bagus untuk menurunkan jumlah penyebaran Covid-19. Namun ia meminta pemerintah juga bisa memberikan solusi untuk pedagang-pedagang kecil yang terpaksa harus tutup karena kebijakan ini.

Baca juga:  Server Gangguan, Pelayanan Disdukcapil Magelang Belum Pulih

“Jika kami tetap buka yang ada malah rugi besar. Tapi jika kami tidak berjualan tidak ada pemasukan,” keluh Luis saat ditemui di warungnya Selasa (6/7/2021).

Luis mengatakan setelah kebijakan PPKM darurat dijalankan pemasukan sehari hanya 20 persen  sampai 30 persen  dibanding hari biasa. Dan ini untuk membeli bahan buat berjualan besoknya sudah tidak cukup. Ia sangat berharap wali kota, dewan dan pejabat pemerintah kota bisa turun ke lapangan untuk mengecek kondisi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Seperti melakukan dialog dengan masyarakat serta bisa memberikan bantuan dan solusi.

“Minimal bisa memberikan semangat, dan motivasi. Karena ini sangat diperlukan masyarakat seperti kami untuk tetap bertahan di masa saat ini,” ujarnya.

Baca juga:  Pasar Pahingan Kembali Digelar

Luis juga berharap lonjakan kasus di Kota Magelang segera melandai. Dengan begitu, TVJ bisa menyediakan meja dan kursi dengan pembatasan 50 persen.

“Prinsipnya kami siap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Seperti menyediakan wastafel yang memang sudah ada. Alat pengecek suhu tubuh, dan menandai jaga jarak antarpengunjung. Tapi keputusan tetap berada di tangan Pemkot Magelang. Kami akan mematuhi anjuran pemerintah,” ucap Luis.

Senada dengan Luis, Ketua Paguyuban PKL Tuin Van Java Kota Magelang Sugiyarto mengatakan PKL TVJ siap menjalankan dan mengikuti kebijakan dari Pemkot Magelang. Namun, ia juga berharap sebelum memberikan kebijakan Pemkot juga dapat membuat solusi dan jalan keluar untuk pedagang dan masyarakat yang terdampak. (rfk/lis)

Baca juga:  Jelang Kick Off, PPSM Magelang Turunkan Intensitas Latihan

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya